Edukasi ini diberikan agar mereka bisa mengelola keuangan secara mandiri.
OJK mengadakan edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas/difabel agar menjadi masyarakat yang merdeka finansial.
Advertisement
Edukasi yang digelar oleh keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mendapatkan respon yang antusias dari sejumlah penyandang disabilitas.
Advertisement
Edukasi ini juga untuk mendorong pelaku jasa keuangan memperluas akses disabilitas agar bisa mengakses tabungan, kredit, asuransi dan dapat mengelola akses keuangan dengan baik.
Advertisement
Kehadiran OJK tidak hanya diharapkan dapat meningkatkan pengaturan dan pengawasan di sektor jasa keuangan secara lebih komprehensif dan terintegrasi, namun juga untuk melindungi konsumen dan masyarakat.
Advertisement
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan di tahun 2014 dengan melakukan pelatihan dan pembuatan buku panduan untuk financial literacy bagi penyandang disabilitas.
Advertisement
Kegiatan serupa juga perlu diperluas di berbagai kota agar penyandang disabilitas melek keuangan dan akhirnya dapat meningkatkan literasi keuangan.
Permasalahan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas menjadi masalah tersendiri, survey PSLD menunjukkan bahwa 94 persen penyandang disabilitas tidak pernah mencatat keuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dan hanya 6 persen di antara mereka yang memiliki catatan dengan baik atas keuangan sehari-hari.
Advertisement
Penyandang disabilitas mendapat penjelasan CS saat mengikuti edukasi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Advertisement
Penyandang disabilitas saat mengikuti edukasi keuangan agar memiliki kepahaman seputar finansial.