Amanah Aceh Kembangkan Budidaya Melon Golden Alisha, Gerakkan Ekonomi Warga Lokal

Yayasan Amanah Aceh sukses membina masyarakat dalam Budidaya Melon Golden Alisha, menciptakan peluang ekonomi baru dan menggerakkan roda perekonomian warga. Inovasi ini juga menjadi pusat edukasi dan berpotensi menembus pasar yang lebih luas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Amanah Aceh Kembangkan Budidaya Melon Golden Alisha, Gerakkan Ekonomi Warga Lokal
Yayasan Amanah Aceh sukses membina masyarakat dalam Budidaya Melon Golden Alisha, menciptakan peluang ekonomi baru dan menggerakkan roda perekonomian warga. Inovasi ini juga menjadi pusat edukasi dan berpotensi menembus pasar yang lebih luas. (AntaraNews)

Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) kini aktif membina masyarakat Aceh dalam pengembangan komoditas melon golden alisha. Program ini tidak hanya fokus pada budidaya, tetapi juga mencakup aspek pemasaran produk. Lokasinya berada di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Inisiatif ini bertujuan utama membantu menggerakkan perekonomian warga setempat. Amanah melibatkan langsung masyarakat dalam proses pemeliharaan melon. Mereka juga mendapatkan bagi hasil dari penjualan, sehingga menciptakan gerakan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, menyampaikan bahwa panen melon golden alisha telah dilakukan secara berkala. Amanah sendiri merupakan pusat inovasi yang diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) saat PON Aceh-Sumut 2024.

Amanah telah berhasil mengintegrasikan masyarakat lokal dalam rantai produksi melon golden alisha. Program pembinaan ini memberikan pengetahuan serta keterampilan bertani modern. Warga yang terlibat mendapatkan pembagian hasil yang adil dari setiap panen. Ini mendorong partisipasi aktif serta kepemilikan terhadap usaha.

Syaifullah Muhammad menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat efektif. Masyarakat merasakan langsung dampak positif terhadap pendapatan mereka. Gerakan ekonomi lokal pun semakin hidup berkat inisiatif ini.

Fasilitas Amanah di KIA Ladong menjadi wadah kolaborasi penting. Tempat ini mendukung lahirnya produk lokal berkualitas tinggi. Upaya ini secara signifikan menguatkan sektor ekonomi kreatif di Aceh.

Saat ini, Amanah telah mengoperasikan dua dari enam greenhouse (rumah kaca) yang tersedia. Panen melon golden alisha dilakukan secara periodik setiap tiga bulan sekali. Kapasitas produksi dari dua greenhouse tersebut berbeda.

Satu greenhouse mampu menampung 200 bibit, sementara yang lain 400 bibit. Setiap kali panen, omzet yang dihasilkan bisa mencapai sekitar Rp36 juta. Harga jual melon ditetapkan Rp30 ribu per kilogram.

Meskipun demikian, pasokan melon golden alisha dari Amanah masih terbatas. Hasil panen selalu habis terjual, umumnya hanya cukup untuk pengunjung lokasi. Keterbatasan ini menjadi tantangan untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.

Selain aspek ekonomi, penanaman melon ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Pelajar di Aceh dapat belajar langsung tentang teknik budidaya modern. Ini memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi generasi muda.

Amanah memiliki rencana ambisius untuk memperluas skala budidaya melon golden alisha. Mereka berencana memanfaatkan keenam greenhouse yang ada. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Selain itu, Amanah juga akan membina lebih banyak masyarakat sekitar. Tujuannya agar mereka juga dapat menanam melon golden alisha. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan pasokan yang stabil.

Syaifullah Muhammad mengungkapkan target jangka panjang mereka. Pihaknya ingin memasok melon ke supermarket besar. Untuk itu, standarisasi produk akan menjadi prioritas utama.

Dengan strategi ini, melon hasil budidaya masyarakat binaan Amanah diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas. Ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi banyak keluarga di Aceh.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi