Pemilik Green SM Masuk Daftar Orang Terkaya Asia Tenggara, Ini Kekayaannya

Berapa total kekayaan pemilik Green SM? Simak ulasannya.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Pemilik Green SM Masuk Daftar Orang Terkaya Asia Tenggara, Ini Kekayaannya
taksi green sm (wikipedia)

Layanan taksi Green SM yang saat ini menjadi perhatian publik ternyata dimiliki oleh seorang miliarder asal Vietnam. Layanan ini merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Pham Nhat Vuong, yang juga dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Vingroup, konglomerat terkaya di Vietnam dengan kepemilikan 95% saham GSM.

Berapa sebenarnya kekayaan Pham Nhat Vuong? Menurut laporan yang dikutip dari vietnam.vn pada Rabu (29/4/2026), data terbaru dari Forbes per awal April 2026 menunjukkan bahwa Pham Nhat Vuong menempati posisi ke-100 dalam daftar orang terkaya di dunia. Dengan kekayaan bersih mencapai USD 24,5 miliar, dia kini melampaui miliarder asal Indonesia, Prajogo Pangestu, dan menjadi orang terkaya di Asia Tenggara.

Kekayaan bersih Pham Thu Huong diperkirakan sekitar USD 2,5 miliar, sedangkan Pham Thuy Hang memiliki kekayaan sekitar USD 1,8 miliar. Sebelumnya, pada 6 Maret 2023, Pham Nhat Vuong mengumumkan peluncuran Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang fokus pada penyewaan kendaraan ramah lingkungan dan cerdas. GSM menjadi pelopor global dalam kendaraan listrik multi-platform.

GSM memiliki dua layanan utama: pemesanan mobil listrik dan penyewaan kendaraan serta sepeda motor listrik, dengan total investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor. Kami menyediakan layanan perjalanan menggunakan kendaraan listrik dan juga menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang lebih ramah lingkungan. Misi GSM adalah untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat, sekaligus menawarkan kenyamanan, kecerdasan, dan keberlanjutan.

Dengan berbagai inisiatif yang dijalankan, kami berkomitmen untuk memperkenalkan kendaraan listrik VinFast secara luas, menciptakan kebiasaan baru yang cerdas dan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Berasal dari Vietnam

Harta Pemilik Green SM, Ternyata Orang Terkaya Se-Asia Tenggara
Taksi Green SM (Foto: greensm.com) © 2026 Liputan6.com

Insiden tabrakan antara kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada malam hari, tepatnya pada Senin, 27 April 2026. Kecelakaan ini juga melibatkan sebuah taksi dari layanan Green SM, yang tertabrak KRL di lintasan kereta sebelum kejadian tersebut. Taksi Green SM merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), sebuah perusahaan yang diluncurkan oleh miliarder Vietnam, Pham Nhat Vuong, pada 6 Maret 2023. Miliarder ini dikenal memiliki kekayaan yang berasal dari sektor real estate, ritel, perawatan kesehatan, serta kendaraan listrik.

GSM berfokus pada penyewaan kendaraan yang ramah lingkungan dan cerdas, menjadikannya pelopor dalam kendaraan listrik multi-platform di dunia. Menurut informasi dari laman greensm.com, GSM menyediakan dua layanan utama, yaitu pemesanan mobil listrik dan penyewaan mobil serta sepeda motor listrik, dengan total investasi mencapai 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor.

"Kami menyediakan layanan perjalanan dengan kendaraan listrik, sekaligus menyewakan kendaraan kepada perusahaan transportasi untuk memenuhi kebutuhan akan opsi transportasi yang ramah lingkungan," demikian kutipan dari pernyataan resmi mereka. Green SM juga dikenal sebagai merek pertama yang menawarkan layanan pemesanan mobil listrik di Vietnam dan kini mulai merambah pasar internasional.

Semua layanan Green SM menggunakan mobil listrik dari VinFast, yang dikenal sebagai generasi taksi bebas dari bau bensin dan kebisingan mesin, sehingga lebih baik untuk kesehatan pelanggan dan lingkungan. Berita terbaru menyebutkan bahwa Green SM mulai mengoperasikan taksi listrik di Indonesia pada Desember 2024.

Pernyataan Taksi Green SM

Green SM secara resmi memasuki pasar Indonesia pada tahun 2024 di bawah naungan Vingroup, dengan nama awal "Xanh SM". Pada bulan April 2025, nama merek tersebut diubah menjadi Green SM Indonesia agar lebih mudah diingat dan diidentifikasi oleh masyarakat setempat. Entitas lokal yang bertanggung jawab atas operasional di Indonesia adalah PT Xanh SM Green, atau yang dikenal sebagai PT XANHSM Green and Smart Mobility Indonesia. Layanan taksi listrik ini telah melakukan ekspansi ke sejumlah kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, Bekasi, Surabaya, dan Bali.

Untuk memastikan kesiapan operasional dan keberlanjutan layanan, Green SM Indonesia telah menandatangani perjanjian pinjaman investasi selama lima tahun dengan nilai mencapai 600 miliar rupiah (sekitar US$35,3 juta) yang bersumber dari Bank Central Asia (BCA).

Selain itu, Green SM juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Gojek untuk meluncurkan layanan taksi listrik, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dan aksesibilitas layanan mereka di Indonesia. Kemitraan ini mencerminkan komitmen Green SM untuk berintegrasi dengan ekosistem transportasi daring yang sudah ada dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.

Rekomendasi