PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menghadapi tekanan berat di industri plastik yang dipicu lonjakan harga dan kelangkaan bahan baku.
Di tengah situasi yang menekan dari sisi hulu hingga hilir, perseroan berupaya menjaga keberlangsungan bisnis melalui kombinasi kebijakan operasional dan finansial.
Direktur Keuangan YPAS, Rinawati Dinata menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan baku yang signifikan serta terganggunya rantai pasok global menjadi tantangan utama yang dihadapi perusahaan saat ini. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi dan permintaan pasar.
Salah satu langkah utama yang diambil perseroan adalah melakukan penyesuaian harga jual produk secara bertahap. Kebijakan ini ditempuh sebagai respons atas lonjakan harga bahan baku yang tidak terhindarkan, sekaligus untuk menjaga margin usaha tetap terjaga di tengah tekanan biaya.
"Untuk strategi perseroan yang akan diambil di antaranya saat ini perseroan telah melakukan penyesuaian harga secara bertahap sebagai akibat dari kenaikan dan kelangkaan bahan baku," kata Rinawati dalam Public Expose YPAS, Kamis (16/4).
Namun, penyesuaian harga tidak dilakukan secara agresif. Perseroan tetap mempertimbangkan kondisi pasar, mengingat tidak semua konsumen dapat langsung menerima kenaikan harga. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena berpotensi menekan volume permintaan.
Advertisement
Strategi Lainnya
Selain dari sisi harga, YPAS juga fokus menjaga stabilitas produksi dan pasokan. Perseroan berupaya memastikan ketersediaan bahan baku sesuai kebutuhan, meskipun di tengah keterbatasan pasokan yang terjadi saat ini.
"Perseroan tetap berusaha menjaga kemampuan produksi dan supply," ujarnya.
Dari sisi keuangan, perusahaan mengambil langkah restrukturisasi term of payment kepada pelanggan. YPAS memperpendek jangka waktu pembayaran serta meminta sebagian konsumen untuk menyesuaikan skema pembayaran guna menjaga kesehatan arus kas perusahaan.