Tak Hanya Perang Iran, Ternyata Ini Penyebab Harga Plastik Melonjak hingga 300 Persen

Untuk menyiasati mahalnya harga plastik, pihaknya akan menyusun imbauan kembali kepada masyarakat supaya kurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Tak Hanya Perang Iran, Ternyata Ini Penyebab Harga Plastik Melonjak hingga 300 Persen
Tak Hanya Perang Iran, Ternyata Ini Penyebab Harga Plastik Melonjak hingga 300 Persen (Merdeka.com)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah mengungkap harga plastik naik drastis hingga 300 persen lantaran terpengaruh pasokan bahan baku yang masih diimpor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Jully Emmylia mengatakan rata-rata supliyer lokal sudah menaikan harga plastik konvensional alias plastik kresek sekitar 300 persen dari harga normal. Beberapa distributor masih berusaha menekan harga dengan menghemat bahan baku sembari mengeluarkan stok dari gudang.

"Kalau plastik harganya memang ada kenaikan 300 persen di suplayer lokal. Cuman dari perusahaan distributor masih berusaha menekan harga. Banyak distributor melakukan penghematan dari internal. Kebanyakan mengeluarkan stok bahan baku," kata Jully Emmylia, Selasa (7/4).

Dia menyebut dengan adanya kenaikan harga plastik dirasakan untuk penjualan plastik konvesional, plastik PET dan plastik bahan mainan serta rumah tangga terutama pedagang pasar.

"Belum ada pedagang yang mengadukan hal ini. Cuman karena ini dampak perang, harapannya situasinya segera normal kembali," ungkapnya.

Berdasarkan analisa Disperindag Jateng, naiknya harga plastik karena sangat bergantung pada komponen bahan bakunya yang masih impor dari sejumlah negara.

Untuk menyiasati mahalnya harga plastik, pihaknya akan menyusun imbauan kembali kepada masyarakat supaya kurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Dulu pernah diimbau pakai tambler dan totebag, maka ini akan dimasifkan lagi," jelasnya.

Bahan Baku Bioplastik

Harga Plastik Naik 80%, Pemerintah Putar Otak Cari Cara Mitigasi
Warga menggunakan kantong plastik saat berbelanja di Pasar Tebet Barat, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Pemprov DKI telah menetapkan Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur sebagai pasar percontoh © 2026 Liputan6.com

Terkait pemasarannya, pihaknya juga mengalami kendala mengedarkan plastik berbahan baku bioplastik yang berasal dari tepung pati atau tepung singkong.

"Kalau kita gunakan bahan baku lokal dari bioplastik atau tepung singkong harganya lebih mahal. Ketemu acuan HPP-nya agak tinggi," ujarnya.

Harga Jual di Pasar

Saat menguji coba penjualan plastik dari bahan bioplastik lokal, harga jual di pasaran justru naik 1,5 sampai dua kali lipat.

"Kalau dipaksakan dijual dan pernah diujicoba HPP plastik komponen tersebut naik 20 persen. Jadi pastinya pengaruh ke harganya," katanya.

Rekomendasi