Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) menyerukan kepada seluruh warga untuk menjaga kelestarian hutan mangrove di Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Nusa Tenggara Barat (NTB). Seruan ini disampaikan guna memastikan ekosistem kawasan pesisir tetap terjaga dengan baik.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan pesan ini saat peluncuran Ekowisata Mangrove di Taman Wisata Alam Keramat Suci Ekowisata Desa Sugian. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk mengukuhkan komitmen perlindungan lingkungan dan pengembangan potensi lokal.
Inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk merestorasi hutan mangrove yang vital, tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Advertisement
Advertisement
Filosofi Mangrove dan Pentingnya Perlindungan Ekosistem
Muhammad Juaini Taofik menekankan bahwa rimbunnya hutan mangrove mencerminkan sebuah filosofi kehidupan yang mendalam. Ia mengibaratkan bahwa cinta sejati adalah tentang menjaga dan melindungi, bukan sekadar memiliki, sebuah prinsip yang juga relevan dalam membina rumah tangga harmonis.
Prinsip ini menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga yang bebas dari kekerasan, di mana kesadaran untuk melindungi menjadi inti. Sama halnya dengan alam, keberlanjutan ekosistem akan terjaga jika ada komitmen kuat untuk melindungi, bukan hanya memanfaatkan.
Hutan mangrove memiliki peran krusial dalam mencegah abrasi pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Keberadaannya sangat vital bagi kelangsungan hidup berbagai spesies laut dan darat, serta melindungi masyarakat dari dampak bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Pengembangan Ekonomi Berbasis Ekowisata Mangrove
Sekda Juaini Taofik menyampaikan apresiasi tinggi kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) atas komitmen awal mereka dalam mewujudkan destinasi ekowisata mangrove ini. Langkah strategis ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
Tujuan utama dari pengembangan ekowisata ini melampaui sekadar restorasi hutan mangrove semata. Inisiatif ini berfokus pada upaya memastikan denyut ekonomi masyarakat Desa Sugian terus berputar melalui variasi ekonomi yang kuat di wilayah Sambelia.
Pendekatan pembangunan ekowisata yang menyatu dengan masyarakat ini sangat diapresiasi oleh Pemkab Lombok Timur. Keterlibatan aktif warga diharapkan dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian lingkungan serta pengembangan potensi wisata.
Advertisement
Advertisement
Pesan Keberlanjutan untuk Pengelola Ekowisata
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Juaini Taofik menitipkan pesan penting kepada para pengelola ekowisata mangrove Desa Sugian. Ia mengingatkan agar mereka tidak melupakan asal-usul dan tujuan utama dari pengembangan kawasan ini, yaitu perlindungan alam dan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan komitmen awal, bahkan ketika ekowisata ini telah berkembang besar. Keberlanjutan pengelolaan harus selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip konservasi dan pemberdayaan komunitas lokal.
Dengan semangat perlindungan dan kolaborasi yang kuat, Ekowisata Mangrove Desa Sugian diharapkan dapat menjadi contoh sukses. Destinasi ini diharapkan mampu menyeimbangkan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews