Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, secara proaktif meningkatkan program pelatihan serta sertifikasi bagi masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk secara efektif memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Batang yang terus berkembang di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Batang Industrial Park (BIP).
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Batang, Suprapto, pada Sabtu (04/4) menyatakan bahwa dinas memperkirakan adanya kebutuhan sekitar 5.000 tenaga kerja. Angka ini menunjukkan potensi serapan tenaga kerja yang signifikan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat Batang memiliki keterampilan dan keahlian yang relevan. Dengan demikian, mereka dapat bersaing secara kompetitif dan terserap dalam peluang kerja yang tersedia di sektor industri yang semakin dinamis.
Advertisement
Advertisement
Sektor Industri Prioritas dan Keterampilan yang Dibutuhkan
Sektor industri di Batang menunjukkan beragam kebutuhan tenaga kerja yang spesifik dan mendesak. Industri garmen menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar, menunjukkan pertumbuhan yang stabil di wilayah tersebut.
Selain itu, bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta sektor teknis juga sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten. Keberadaan tenaga ahli di bidang ini krusial untuk menjaga standar operasional dan keamanan di lingkungan industri.
Industri mebel, khususnya yang berfokus pada rotan sintetis, juga memerlukan keterampilan khusus. Tenaga las, penganyam, dan pengukir menjadi profesi yang sangat dicari untuk mendukung produksi dan inovasi dalam industri ini.
Advertisement
Disnaker Batang berharap para pencari kerja terus meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka. Peningkatan kompetensi ini menjadi kunci utama agar mampu bersaing dan mendapatkan posisi di dunia kerja yang semakin ketat.
Advertisement
Program Pelatihan Spesifik dan Sertifikasi Kompetensi
Dalam upaya memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Industri Batang, Disnaker Batang telah meluncurkan berbagai program pelatihan yang terarah. Salah satu program unggulan adalah pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2.
Operator forklift sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan di Batang, terutama untuk mendukung mobilitas barang di sektor pergudangan dan industri. Meskipun jumlah kebutuhan per perusahaan tidak terlalu besar, hampir seluruh industri memerlukan tenaga ini untuk menunjang aktivitas produksi hingga distribusi barang.
Pentingnya sertifikasi K3 bagi operator forklift juga ditekankan untuk memastikan keselamatan kerja. Operator harus memiliki kompetensi dan sertifikasi K3 agar dapat bekerja sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku, mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Advertisement
Saat ini, Disnaker Batang telah mengirimkan 20 peserta untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi operator forklift kelas 2. Pelatihan ini diselenggarakan di lembaga Akualita, Semarang, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan SDM lokal.
Peluang kerja di Batang, terutama bagi tenaga kerja laki-laki, diprediksi akan semakin besar di masa mendatang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktif mempersiapkan diri dengan meningkatkan kompetensi dan keahlian.
Sumber: AntaraNews
Advertisement