TNBTS Tambah Kuota Kunjungan Bromo Lebaran, Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Balai Besar TNBTS menambah 1.000 kuota kunjungan harian ke Gunung Bromo selama libur Lebaran, mengantisipasi lonjakan wisatawan dan memastikan kenyamanan pengunjung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNBTS Tambah Kuota Kunjungan Bromo Lebaran, Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Balai Besar TNBTS menambah 1.000 kuota kunjungan harian ke Gunung Bromo selama libur Lebaran, mengantisipasi lonjakan wisatawan dan memastikan kenyamanan pengunjung. (AntaraNews)

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengumumkan penambahan kuota kunjungan harian untuk destinasi Gunung Bromo. Penambahan ini berlaku khusus selama periode libur Lebaran guna mengakomodasi lonjakan wisatawan yang diperkirakan akan memadati kawasan tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan serta keamanan para pengunjung yang ingin menikmati keindahan Bromo.

Sebanyak 1.000 kuota tambahan per hari akan diberlakukan, sehingga total kuota harian mencapai 3.572 orang selama momen libur panjang. Penambahan kuota ini merupakan langkah proaktif dari pihak pengelola TNBTS untuk mengantisipasi tingginya minat masyarakat berwisata. Pengunjung dapat mengakses kawasan Gunung Bromo selama kuota yang ditetapkan masih tersedia.

Puncak kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo diprediksi akan terjadi pada Minggu, 22 Maret, dan Senin, 23 Maret, seiring dengan berakhirnya periode libur Lebaran. Oleh karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan di lapangan, termasuk pemetaan jalur rawan macet dan penempatan personel pengamanan gabungan.

Balai Besar TNBTS secara rutin menerapkan kebijakan penambahan kuota kunjungan setiap kali terjadi momen libur panjang atau long weekend. Kuota harian normal untuk Gunung Bromo adalah 2.752 orang, namun selama libur Lebaran ini ditingkatkan menjadi 3.572 orang. Penambahan 1.000 kuota ini mulai dibuka setiap pukul 07.00 WIB, memberikan kesempatan lebih luas bagi wisatawan.

Endrip Wahyutama, Pranata Humas Balai Besar TNBTS, menegaskan bahwa penambahan kuota ini adalah bagian dari upaya memastikan setiap masyarakat dapat menikmati keindahan Gunung Bromo. Sistem pembelian tiket sepenuhnya dilakukan secara daring melalui laman resmi https://bromotenggersemeru.id. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akses dan menghindari antrean panjang di lokasi.

Harga tiket masuk untuk wisatawan nusantara pada hari libur ditetapkan sebesar Rp79 ribu. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan biaya masuk sebesar Rp255 ribu. Kebijakan harga ini berlaku sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Balai Besar TNBTS.

Untuk mempermudah akses dan mencegah kemacetan, tim di lapangan telah melakukan berbagai persiapan matang. Pemetaan jalur rawan macet menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas kendaraan wisata. Area seperti Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Bukti Kedaluh, Watu Gedhe, dan Jemplang telah diidentifikasi sebagai titik yang memerlukan pengawasan ekstra.

Selama periode libur panjang ini, pihak pengelola Gunung Bromo menempatkan sebanyak 60 personel pengamanan gabungan. Personel ini bertugas di kawasan pintu masuk dan lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan. Pengamanan ini melibatkan tim dari TNBTS, kepolisian, TNI, kecamatan, desa penyangga, Masyarakat Mitra Polisi Hutan (MMP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kolaborasi antara berbagai pihak ini menunjukkan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh area wisata Bromo. Upaya ini bertujuan menciptakan pengalaman berwisata yang aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. Dengan demikian, wisatawan dapat fokus menikmati panorama alam yang disuguhkan oleh Gunung Bromo.

Endrip Wahyutama mengimbau seluruh wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo untuk selalu mematuhi berbagai peraturan yang berlaku. Kepatuhan terhadap aturan sangat penting demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pribadi selama berada di salah satu destinasi unggulan Jawa Timur ini. Kesadaran pengunjung menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Wisatawan diminta untuk menghindari berkunjung ke lokasi rawan bencana, khususnya di sekitar alat pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di kawasan Kaldera Bromo. Area yang sering disebut Planet Bromo juga termasuk dalam daftar lokasi yang perlu diwaspadai. Informasi mengenai zona aman dan terlarang selalu disampaikan oleh petugas di lapangan.

Bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor, sangat penting untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Jalur menuju lokasi banyak tanjakan tajam dan turunan curam yang memerlukan kondisi kendaraan yang optimal. Persiapan yang matang akan membantu menghindari insiden yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi