Pemerintah telah memberikan penghargaan berupa bonus kepada pelatih dan atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas di ASEAN Para Games ke-13 yang berlangsung di Thailand awal tahun ini, pada Selasa, 17 Maret. Selain memberikan bonus, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan literasi finansial untuk membantu para atlet dalam mengelola dana yang mereka terima dengan bijak.
"Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia akan menyediakan pendampingan dalam literasi dan perencanaan keuangan," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, seperti yang dikutip pada Selasa, 17 Maret.
Erick menekankan bahwa bonus ini bukan hanya sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi para atlet, tetapi juga bertujuan untuk mendukung keamanan finansial mereka. Oleh karena itu, pendampingan ini dianggap penting agar bonus yang diterima dapat diubah menjadi tabungan yang bermanfaat di masa mendatang.
"Agar para atlet dapat mengelola bonus yang diterima dengan baik," tambahnya.
Erick juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan total Rp365 miliar dalam bentuk bonus untuk atlet yang berpartisipasi di ASEAN Para Games, termasuk pelatih. Dalam kompetisi tersebut, Indonesia berhasil mengumpulkan 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memberikan bonus sebesar Rp1 miliar kepada peraih medali emas untuk nomor perorangan, Rp800 juta untuk medali emas nomor ganda, dan Rp500 juta untuk medali emas nomor beregu. Selain itu, pelatih nomor perorangan akan mendapatkan bonus sebesar Rp300 juta, sementara pelatih nomor beregu akan menerima Rp400 juta.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi negara atas perjuangan para atlet sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga di Indonesia untuk terus berprestasi. Terima kasih atas perjuangan luar biasa para atlet Indonesia yang telah berkorban jiwa dan raga," tutup Erick.