Pemkot Semarang dan BI Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan Jelang Idul Fitri

Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 177 kelurahan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan jelang Idul Fitri 1447 H.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Semarang dan BI Gencarkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan Jelang Idul Fitri
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia (BI) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 177 kelurahan untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan jelang Idul Fitri 1447 H. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia (BI) mengambil langkah proaktif dalam mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 177 kelurahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis di pasar lokal.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, secara resmi membuka Bazar Ramadhan dan GPM yang terpusat di halaman Balai Kota Semarang pada Rabu, 11 Maret 2026. Pembukaan ini menandai dimulainya serangkaian kegiatan yang akan terus digencarkan hingga mendekati Idul Fitri. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.

Melalui Gerakan Pangan Murah Semarang ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli tetap terjaga. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan ini menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Program ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha hingga perusahaan, untuk memperluas jangkauan manfaatnya.

Menggali Manfaat Bazar Ramadhan dan Gerakan Pangan Murah

Bazar Ramadhan yang berlangsung di Balai Kota Semarang pada 11-12 Maret 2026 menjadi bagian integral dari upaya pengendalian inflasi. Acara ini melibatkan puluhan pelaku usaha, termasuk 37 gerai dari program CSR perusahaan serta 47 pelaku UMKM unggulan Kota Semarang. Kehadiran berbagai pihak ini memperkaya pilihan produk bagi masyarakat.

Selain menawarkan beragam produk pangan dengan harga terjangkau, panitia juga mendistribusikan 2.834 kupon tebus murah sembako. Kupon ini disalurkan kepada masyarakat melalui masing-masing kecamatan, memastikan bantuan tepat sasaran. Program ini diharapkan dapat secara langsung meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.

Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan bahwa total ada sekitar 240 titik GPM yang dicanangkan di seluruh Kota Semarang. Titik-titik ini mencakup pusat kegiatan di Balai Kota dan penyebaran di 177 kelurahan. Tujuannya adalah agar akses terhadap pangan murah dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.

Peran Bank Indonesia dalam Penguatan Rantai Pasok Pangan

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng, M. Noor Nugroho, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya mengandalkan operasi pasar semata. BI turut aktif memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir sebagai strategi jangka panjang. Pendekatan komprehensif ini penting untuk menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

Dari sisi hulu, BI memberikan berbagai dukungan kepada petani, termasuk pelatihan dan penyediaan alat serta mesin pertanian modern. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil panen. Upaya ini juga mencakup bantuan dalam proses pengolahan hasil panen, memastikan produk memiliki nilai tambah.

Dukungan juga diperluas pada tahap pascapanen, seperti penyediaan fasilitas penggilingan padi dan alat pengering hasil pertanian. Langkah-langkah ini krusial untuk meningkatkan kualitas produk dan menjaga pasokan pangan di pasar tetap stabil. Dengan demikian, fluktuasi harga akibat masalah pasokan dapat diminimalisir.

Jangkauan Luas Gerakan Pangan Murah di Jawa Tengah

Gerakan Pangan Murah tidak hanya terbatas pada Kota Semarang, melainkan juga dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah lain di Jawa Tengah. Inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama pemerintah daerah dan BI dalam menjaga stabilitas ekonomi regional. Sinergi ini penting untuk menghadapi tantangan inflasi.

M. Noor Nugroho menambahkan bahwa GPM telah dilaksanakan serentak di 177 kelurahan di Kota Semarang. Selain itu, program serupa juga telah berjalan di 31 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Tengah. Kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 6 Maret 2026, mencakup area yang sangat luas.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Semarang yang masif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat luas di Jawa Tengah. Dengan akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan murah, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini juga membantu menciptakan suasana kondusif menjelang perayaan Idul Fitri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi