Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Banten, secara intensif melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang akan segera tiba. Fokus utama perbaikan mencakup empat jembatan vital dan dua ruas jalan betonisasi di kawasan strategis Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Proyek perbaikan infrastruktur ini mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Dana disalurkan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Banten, di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Kota Cilegon, Tophan Dwi Ranggayudha, menyampaikan rincian pekerjaan yang telah dan akan dilaksanakan.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas secara signifikan. Selain itu, proyek ini juga bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Cilegon. Khususnya di sepanjang Jalan Lingkar Selatan yang menjadi jalur krusial bagi mobilitas masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Fokus Perbaikan Empat Jembatan Vital di JLS
Perbaikan Jembatan Cilegon difokuskan pada empat titik yang tersebar di sepanjang jalur JLS. Jembatan-jembatan tersebut adalah Jembatan Cijalumpang, Jembatan Cikondang, Jembatan Cimahe, dan Jembatan Lebak Denok. Lokasi ini dipilih karena merupakan bagian penting dari rute menuju Simpang Cilegon Timur yang melintasi Kecamatan Citangkil, Kecamatan Cilegon, dan Kecamatan Cibeber.
Jalur ini merupakan akses utama bagi kendaraan yang melintas di Cilegon, terutama saat puncak arus mudik Lebaran. Kondisi jembatan yang prima sangat esensial untuk mencegah kemacetan dan memastikan keamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, perbaikan ini menjadi prioritas DPUPR Cilegon.
Tophan Dwi Ranggayudha menyatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut sudah terealisasi. "Perbaikan jembatan itu sudah terealisasi, khususnya pada jalur menuju Simpang Cilegon Timur yang melintasi Kecamatan Citangkil, Kecamatan Cilegon, dan Kecamatan Cibeber," kata Tophan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan jalur mudik.
Advertisement
Advertisement
Anggaran Besar untuk Peningkatan Infrastruktur Jalan Lingkar Selatan
Total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur di kawasan JLS mencapai Rp30 miliar. Dana sebesar ini mencakup berbagai jenis penanganan. Termasuk di dalamnya adalah perbaikan jembatan, preservasi beton di STA 3 dan STA 5, normalisasi saluran, serta penanganan beton pada STA 0 hingga STA 1,5.
Selain perbaikan jembatan, pembangunan jalan betonisasi juga dilakukan di dua titik. Sementara itu, perbaikan atau preservasi beton berada di STA 3, tepat di depan dealer Honda, serta STA 5, di depan Perumahan Bumi Rakata dan akses menuju Perumahan Curug Asri. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas jalan dan memperpanjang usia pakai infrastruktur.
DPUPR Cilegon berharap investasi besar dalam Perbaikan Jembatan Cilegon ini akan memberikan dampak positif yang signifikan. "Kami berharap perbaikan dan pembangunan infrastruktur ini dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas serta mendukung konektivitas wilayah di Kota Cilegon, khususnya di kawasan Jalan Lingkar Selatan,” jelas Tophan.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Perbaikan untuk Arus Mudik dan Konektivitas Cilegon
Perbaikan dan pembangunan infrastruktur ini memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026. Dengan kondisi jalan dan jembatan yang lebih baik, waktu tempuh perjalanan pemudik dapat dipersingkat. Selain itu, risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan juga dapat diminimalisir.
Peningkatan konektivitas antarwilayah di Kota Cilegon juga menjadi salah satu dampak positif jangka panjang. Jalan Lingkar Selatan adalah urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai kecamatan. Perbaikan ini akan mempermudah distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Inisiatif DPUPR Cilegon dalam Perbaikan Jembatan Cilegon ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah. Kesiapan ini untuk menghadapi lonjakan aktivitas selama periode mudik dan memastikan infrastruktur yang memadai bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menyediakan sarana transportasi yang aman dan nyaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews