Bangka Tengah Jadi Pusat Pembenihan Udang Vaname, Produksi Benur Capai 593 Juta Ekor

Kabupaten Bangka Tengah kini menjadi sentra utama pembenihan udang vaname di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan target produksi benur mencapai 593 juta ekor pada 2025, memenuhi kebutuhan lokal hingga luar provinsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bangka Tengah Jadi Pusat Pembenihan Udang Vaname, Produksi Benur Capai 593 Juta Ekor
Kabupaten Bangka Tengah kini menjadi pusat pembenihan udang vaname terkemuka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan produksi benur mencapai 593 juta ekor pada 2025. (AntaraNews)

Kabupaten Bangka Tengah telah menegaskan posisinya sebagai pusat utama pembenihan udang vaname di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Keberadaan fasilitas pembenihan modern berkontribusi signifikan terhadap sektor perikanan budidaya daerah. Pencapaian ini didorong oleh operasional hatchery PT Central Proteina Prima (CPP) yang berlokasi di Kecamatan Lubuk Besar.

Sejak mulai beroperasi pada September 2022, hatchery tersebut mampu menghasilkan benur dalam jumlah masif. Pada tahun 2025, produksi benur udang vaname di Bangka Tengah diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu 593 juta ekor. Angka produksi ini tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal tetapi juga memungkinkan penjualan ke provinsi lain.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan bahwa peran hatchery ini sangat strategis dalam memperkuat sektor perikanan budidaya. Fasilitas ini menjamin ketersediaan benih udang vaname berkualitas tinggi dan berkelanjutan bagi para pembudidaya. Komitmen pemerintah daerah untuk menjaga iklim investasi yang kondusif menjadi kunci keberlanjutan peran ini.

Peran Strategis Hatchery PT CPP dalam Produksi Benur Unggul

Keberadaan hatchery PT Central Proteina Prima di Lubuk Besar menjadi tulang punggung bagi status Bangka Tengah sebagai sentra pembenihan udang vaname. Fasilitas ini, yang telah beroperasi sejak tahun 2022, memiliki kapasitas produksi bulanan yang sangat besar. Setiap bulan, hatchery ini mampu menghasilkan sekitar 30 hingga 50 juta ekor benur udang vaname berkualitas.

Benur yang dihasilkan dari hatchery ini telah mendapatkan pengakuan atas kualitasnya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Predikat "excellent" yang disematkan menunjukkan standar tinggi dalam proses pembenihan. Kualitas benur yang terjamin ini krusial untuk keberhasilan budidaya udang vaname di berbagai tambak.

Produksi benur yang melimpah ini tidak hanya memenuhi permintaan internal provinsi. Bangka Tengah kini mampu memasok benih udang vaname ke luar wilayah, memperkuat posisinya sebagai pemasok benih nasional. Hal ini menunjukkan kapasitas produksi yang mumpuni dan daya saing yang tinggi di pasar perikanan.

Dampak Ekonomi dan Kontribusi Udang Vaname bagi Daerah

Selain aspek produksi, keberadaan hatchery udang vaname di Bangka Tengah turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat sekitar. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga berperan dalam penguatan tambak rakyat.

Data tahun 2025 menunjukkan bahwa komoditas udang vaname merupakan penyumbang terbesar dalam produksi perikanan budidaya di Kabupaten Bangka Tengah. Kontribusinya mencapai 75,63 persen dari total produksi, atau setara dengan 1.974,96 ton. Angka ini menegaskan dominasi udang vaname dalam sektor perikanan daerah.

Bupati Algafry Rahman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan iklim investasi yang kondusif. Ini penting untuk menjaga dan memperkuat peran Bangka Tengah sebagai pusat pembenihan udang vaname. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sektor perikanan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi