Wakil Wali Kota Depok Dorong Koperasi Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menekankan koperasi harus fokus pada dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar omzet, demi mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakil Wali Kota Depok Dorong Koperasi Berdampak Langsung bagi Kesejahteraan Masyarakat
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menekankan koperasi harus fokus pada dampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar omzet, demi mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. (AntaraNews)

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, baru-baru ini menyampaikan harapannya agar koperasi di wilayahnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia menekankan pentingnya koperasi untuk memberikan dampak langsung yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Depok.

Pernyataan ini disampaikan di Depok, Minggu, dengan fokus pada peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Chandra menegaskan bahwa pertumbuhan koperasi seharusnya berkorelasi positif dengan penurunan angka kemiskinan dan perbaikan rasio gini di kota tersebut.

Menurut Chandra, koperasi yang berkembang pesat namun tidak mampu menurunkan rasio gini, berpotensi menyimpang dari tujuan awalnya. Koperasi harus menjadi alat ekonomi bersama, bukan justru menjadi sarana untuk memperkaya segelintir orang atau kepentingan pribadi.

Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Bersama dan Penurunan Rasio Gini

Chandra Rahmansyah mendorong seluruh koperasi di Depok untuk bergabung dengan Dekopinda. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan parameter yang jelas dalam mengukur dampak nyata kontribusi koperasi terhadap pembangunan kota.

Ia menegaskan bahwa koperasi memiliki peran lebih dari sekadar alat ekonomi. Koperasi merupakan cerminan nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan, martabat, dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini sejalan dengan Pancasila, khususnya sila kelima mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dari hasil evaluasi terhadap Koperasi Merah Putih, Chandra menyoroti bahwa indikator keberhasilan utama koperasi bukan pada omzet, revenue, atau laba. Sebaliknya, jumlah anggota menjadi tolok ukur penting yang mencerminkan asas kekeluargaan dan kepemilikan bersama.

Fakta menunjukkan, dari 63 Koperasi Merah Putih yang ada di Depok, belum ada satu pun yang memiliki anggota lebih dari 1.000 orang. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi gerakan koperasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Melibatkan Generasi Muda dan Adaptasi Digital untuk Koperasi

Wakil Wali Kota Depok juga mendorong agar mayoritas anggota koperasi ke depan berasal dari generasi Z dan milenial. Dengan jumlah usia produktif di Kota Depok yang mencapai 1.063.000 jiwa, potensi ini sangat besar untuk dikembangkan.

Chandra optimistis bahwa jika kelompok usia produktif ini menjadi anggota koperasi yang aktif dan produktif, rasio gini di Depok akan menurun signifikan. Hal ini pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kota yang lebih substansial.

Transformasi digital menjadi keniscayaan yang harus diadaptasi oleh koperasi di tengah disrupsi teknologi. Koperasi dituntut untuk tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.

Selain itu, Chandra mengusulkan agar koperasi dapat dikenalkan sejak dini melalui dunia pendidikan, misalnya sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak untuk mempraktikkan nilai-nilai koperasi dan merasakan manfaatnya secara langsung.

Membangun Kekuatan Ekonomi Bersama dari Lingkungan Terdekat

Chandra mengingatkan agar koperasi tidak beralih fungsi menjadi alat untuk memperkaya segelintir orang. Tujuan utama koperasi adalah membangun perekonomian bersama yang berlandaskan keadilan dan gotong royong.

Pekerjaan rumah terbesar koperasi saat ini adalah meningkatkan jumlah anggota dan benar-benar mewujudkan misi sebagai perekonomian bersama. Ini membutuhkan upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai memperkenalkan konsep koperasi kepada keluarga masing-masing, khususnya kepada anak-anak. Dengan mendorong mereka menjadi anggota, koperasi dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang solid.

Dari keluarga dan lingkungan terdekat, koperasi memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi bersama yang mampu menopang kesejahteraan seluruh anggotanya dan masyarakat luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi