Pemkab Sumenep Dorong Ekonomi Kepulauan Kangean Melalui Pengembangan Energi Hijau

Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menggenjot pengembangan Energi Hijau Kangean untuk memperluas cakupan listrik dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sumenep Dorong Ekonomi Kepulauan Kangean Melalui Pengembangan Energi Hijau
Pemerintah Kabupaten Sumenep mengeluarkan kebijakan tegas melarang penggunaan kendaraan dinas bagi pejabat selama libur Tahun Baru 2026, demi menjaga etika dan kepercayaan publik. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, secara aktif mendorong pengembangan ekonomi masyarakat kepulauan melalui program energi baru dan terbarukan (EBT) di Pulau Kangean. Inisiatif ini bertujuan memperluas cakupan penggunaan listrik yang vital bagi kebutuhan sehari-hari warga. Program ini telah berjalan sejak tahun 2018, menyasar berbagai titik strategis di kepulauan tersebut.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menjelaskan bahwa Sumenep memiliki kondisi geografis unik dengan 126 pulau, di mana 48 di antaranya berpenghuni. Oleh karena itu, perluasan akses listrik menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Kerja sama dengan PLN menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan akses energi.

Program pemanfaatan Energi Hijau Kangean ini tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik. Namun juga mencakup upaya pemberdayaan nelayan dan penyediaan infrastruktur pendukung lainnya. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di wilayah kepulauan Sumenep.

Perluasan Jangkauan Listrik dengan Energi Hijau Kangean

Program EBT yang digagas Pemkab Sumenep telah menjangkau 13 titik di Pulau Kangean, sebuah langkah signifikan dalam pemerataan akses listrik. Titik-titik tersebut meliputi Pagerungan Kecil, Tonduk, Paleyat, Saobi, Sabunten, Goa-Goa, Sakala, dan Masa Kambing. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Selain itu, program Energi Hijau Kangean juga menyasar Pulau Karamian, Saebus, Sadulang Besar, Sapangkur Besar, dan Saular. Perluasan cakupan ini krusial mengingat tantangan geografis Sumenep sebagai daerah kepulauan. Ketersediaan listrik yang stabil diharapkan dapat memicu aktivitas ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan.

Kolaborasi erat antara Pemkab Sumenep dan PLN menjadi tulang punggung keberhasilan program ini. Dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan, masyarakat di pulau-pulau terpencil kini dapat menikmati fasilitas listrik. Hal ini membuka peluang baru bagi pendidikan, kesehatan, dan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pengembangan Energi Hijau Kangean ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Fokus pada energi bersih tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang untuk kemandirian energi. Ini adalah langkah maju bagi kemajuan ekonomi dan sosial di Sumenep.

Dukungan Infrastruktur dan Pemberdayaan Nelayan di Kangean

Selain listrik, Bupati Achmad Fauzi juga menyoroti pentingnya aspek lain untuk kemajuan Kepulauan Kangean. Salah satunya adalah keberadaan kapal cepat untuk layanan kesehatan, yang esensial mengingat aksesibilitas antar pulau. Peningkatan infrastruktur transportasi vital untuk memastikan layanan dasar dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Program pemberdayaan nelayan di Kepulauan Kangean juga menjadi fokus utama Pemkab Sumenep. Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah daerah menggandeng pihak swasta, seperti Kangean Energy Indonesia (KEI). Kemitraan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para nelayan, yang merupakan tulang punggung ekonomi maritim setempat.

Pelaksanaan program pemberdayaan nelayan ini tidak luput dari tantangan, termasuk potensi konflik terkait aktivitas industri di perairan setempat. Namun, berkat upaya pendekatan yang ulet dari Pemkab Sumenep, konflik antara nelayan dan perusahaan migas berhasil diatasi. Hal ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam memediasi dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak.

Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN seperti PLN, dan pihak swasta seperti KEI, menjadi model efektif dalam pembangunan kepulauan. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa program Energi Hijau Kangean dan inisiatif lainnya tidak hanya berjalan. Tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Sumenep.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi