Pemkab Berau Gandeng Lintas Sektor Dongkrak Produksi Jagung Berau, Target Swasembada Pangan

Pemerintah Kabupaten Berau berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi jagung Berau, menjadikannya sentra pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Berau Gandeng Lintas Sektor Dongkrak Produksi Jagung Berau, Target Swasembada Pangan
Pemerintah Kabupaten Berau serius meningkatkan produksi jagung di wilayahnya melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Berau. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, aktif menggandeng berbagai lintas sektor dalam upaya signifikan mendongkrak produksi jagung. Langkah ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan lokal, baik untuk konsumsi masyarakat maupun sebagai pakan ternak. Kolaborasi strategis ini diharapkan mampu menjadikan Berau sebagai lumbung jagung di wilayah tersebut.

Berkat sinergi dengan banyak pihak, Kabupaten Berau berhasil mencatatkan produksi jagung tertinggi di Kalimantan Timur pada tahun 2025. Total produksi mencapai 131.250 kilogram, jauh melampaui daerah lain di provinsi tersebut. Keberhasilan ini menempatkan Berau di garis depan upaya swasembada pangan regional.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program ini. Fokus utama pengembangan komoditas jagung berada di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Harapannya, Tasuk akan menjadi sentra produksi jagung yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Peningkatan Produksi Jagung Berau

Peningkatan produksi jagung Berau merupakan hasil nyata dari kolaborasi erat antara berbagai pihak. Lintas sektor yang terlibat meliputi Polres Berau, Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perum Perhutani, Inhutani, serta kelompok tani setempat. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mencapai target ketahanan pangan.

Wakil Bupati Gamalis menegaskan pentingnya keberlanjutan dan peningkatan sinergi ini. Ia menyatakan bahwa upaya kolaboratif tersebut krusial untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Khususnya, pengembangan komoditas jagung menjadi prioritas utama dalam agenda ketahanan pangan daerah.

Kampung Tasuk menjadi salah satu wilayah percontohan yang mendapat pembinaan langsung dari Polres Berau. Pembinaan ini telah membuahkan hasil positif, terlihat dari panen jagung bersama petani Tasuk yang sukses. Pemanfaatan lahan di area PT SSD menjadi bukti konkret dari efektivitas kerja sama ini.

Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan produksi jagung Berau, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pendapatan petani. Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan Kampung Tasuk dapat menjadi model bagi wilayah lain. Ini akan memperkuat posisi Berau sebagai produsen jagung utama di Kalimantan Timur.

Panen Raya dan Penanaman Kembali, Wujud Komitmen Ketahanan Pangan

Pada Kamis (8/1), Gamalis bersama rombongan secara simbolis melakukan panen jagung di Kampung Tasuk. Panen ini merupakan bagian dari panen jagung serentak secara nasional untuk kuartal I-2026. Lahan seluas dua hektare berhasil menghasilkan perkiraan satu ton jagung pipilan kering per hektare.

Selain panen, di kawasan yang sama juga dilakukan penanaman jagung pada lahan baru seluas dua hektare. Langkah ini menunjukkan perencanaan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas produksi. Sementara itu, di lokasi lain, petani juga sedang menunggu masa panen atau mempersiapkan lahan untuk tanam berikutnya.

Gamalis menyatakan rasa syukurnya atas kepedulian pemerintah terhadap masyarakat dan dukungan positif dalam pengembangan komoditas jagung. Panen yang sukses ini diharapkan dapat memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produksi jagung Berau. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mencapai kemandirian pangan.

Dukungan terhadap program nasional ketahanan pangan dinilai memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat luas. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan produksi pangan lokal. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi