Transisi Energi, Sorgum Ternyata Bisa Jadi Bahan Baku Biomassa Pembangkit Listrik

Sorgum sebagai solusi yang menjawab dua tantangan besar sekaligus, kebutuhan energi bersih dan kesejahteraan masyarakat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Transisi Energi, Sorgum Ternyata Bisa Jadi Bahan Baku Biomassa Pembangkit Listrik
Transisi Energi, Sorgum Ternyata Bisa Jadi Bahan Baku Biomassa Pembangkit Listrik (Merdeka.com)

PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (UBP JPR) mendukung transisi energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan penanaman sorgum di Kampung Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, yang melibatkan masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan.

Langkah ini menjadi gerakan strategis yang menghubungkan energi hijau, ketahanan pangan, dan ekonomi kerakyatan. Dengan memanfaatkan sorgum sebagai bahan baku biomassa, PLN IP membuka jalan bagi pengurangan emisi karbon melalui program co-firing di PLTU, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi petani lokal.

Sorgum sebagai solusi yang menjawab dua tantangan besar sekaligus, kebutuhan energi bersih dan kesejahteraan masyarakat. Dengan karakter yang adaptif terhadap lahan marginal dan iklim tropis, sorgum mampu tumbuh subur di berbagai kondisi, menjadikannya pilihan strategis untuk mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Tanaman ini memiliki manfaat ganda yang nyata. Sebagai sumber pangan alternatif, sorgum memberikan pilihan nutrisi yang sehat bagi masyarakat.

Selain itu, batang dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, mendukung sektor peternakan di sekitar pembangkit. Sorgum juga menjadi bahan baku industri, termasuk bioenergi, yang berperan penting dalam pengurangan emisi karbon melalui program co-firing di PLTU. Sorgum turut mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan, fungsinya sebagai cover crop membantu menjaga kualitas tanah, mencegah erosi, dan meningkatkan kesuburan lahan.

Budidaya Sorgum membuka peluang pendapatan baru bagi petani lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Dengan semua keunggulan ini, Sorgum bukan hanya tanaman, tetapi simbol sinergi antara energi hijau, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari strategi besar transisi energi Indonesia.

"Ini bukan sekadar proyek energi hijau, melainkan gerakan transformatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi dan lingkungan. Dukungan regulasi, investasi, dan komitmen semua pihak menjadi kunci kesuksesan scale-up program ini untuk mencapai dampak maksimal dalam agenda dekarbonisasi Indonesia," jelas Bernadus Sudarmanta.

Dukung NZE 2060

Senior Manager PLN IP UBP JPR, Bowo Pramono, menambahkan bahwa pemanfaatan biomassa melalui co-firing adalah salah satu strategi utama PLN untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

"Scale-up operasional dilakukan secara bertahap dengan peningkatan rasio co-firing sebesar 5–10%, sambil terus memonitor kinerja dan optimalisasi berkelanjutan," ungkap Bowo.

Ke depan, PLN Indonesia Power akan melanjutkan pendampingan kepada kelompok tani untuk memastikan budidaya Sorgum berjalan produktif dan berkelanjutan. Selain itu, perusahaan membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperluas pemanfaatan Sorgum sebagai sumber biomassa, sehingga operasional pembangkit semakin ramah lingkungan.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa transisi energi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pemberdayaan manusia dan keberlanjutan ekosistem. Dengan sinergi antara energi bersih dan ekonomi lokal, PLN IP mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanam energi masa depan.

Rekomendasi