Pemerintah Kota Banjarmasin menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah kota. Inisiatif ini bertujuan mendata setiap kegiatan usaha demi pembangunan ekonomi daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, menekankan pentingnya kolaborasi dari berbagai pihak dalam menyukseskan sensus ini. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, dari tingkat atas hingga kelurahan, untuk memberikan dukungan penuh.
Kegiatan sosialisasi awal telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Banjarmasin kepada para lurah di kota ini. Hal tersebut diharapkan dapat membangun sinergi kuat di lapangan saat pendataan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi dan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan
Wakil Wali Kota Ananda menggarisbawahi bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Dukungan dari setiap tingkatan pemerintahan menjadi kunci utama untuk mewujudkan Banjarmasin Maju Sejahtera.
Ia juga mengapresiasi sosialisasi yang telah dilakukan BPS Banjarmasin kepada para lurah. Sinergi ini penting agar pelaksanaan sensus berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan.
Hasil dari Sensus Ekonomi 2026 ini akan menjadi dasar krusial bagi pemerintah daerah. Data yang akurat diperlukan untuk menetapkan arah kebijakan ekonomi yang tepat demi kemajuan kota.
Advertisement
Ananda menegaskan bahwa pembangunan harus berbasis data yang berkualitas, sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004. "Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 menegaskan bahwa pembangunan harus berbasis data yang akurat. Karena itu, koordinasi penyediaan data sangat diperlukan,” ungkapnya.
Advertisement
Memanfaatkan Data Potensi Kelurahan dan Metode Pendataan Sensus
Pemerintah Kota Banjarmasin telah membentuk Forum Satu Data Indonesia melalui Perwali Nomor 79 Tahun 2022. Salah satu hasil forum ini adalah data potensi kelurahan yang memotret kondisi pelayanan dasar dan infrastruktur.
Wakil Wali Kota Ananda mengimbau para camat dan lurah untuk memanfaatkan data potensi kelurahan tersebut. "Saya mengimbau para camat dan lurah untuk memanfaatkan data potensi kelurahan ini dalam meningkatkan pelayanan serta pembangunan di wilayah masing-masing," kata Ananda.
Kepala BPS Kota Banjarmasin, Sukma Handayani, menjelaskan bahwa data PODES (Potensi Desa) menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan sarana prasarana di kelurahan. "Data PODES memberi gambaran potensi dan kondisi kelurahan, termasuk kemudahan akses masyarakat terhadap layanan publik,” ujarnya.
Advertisement
Sukma menambahkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mendata seluruh kegiatan usaha di Banjarmasin. Pendataan akan menggunakan dua metode, yaitu Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI) untuk perusahaan besar dan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk usaha rumah tangga.
Advertisement
Sosialisasi Awal dan Manfaat Sensus Ekonomi
Sosialisasi awal tentang Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting yang dilakukan BPS Banjarmasin. Tujuannya adalah agar semua pemangku kepentingan memahami manfaat besar dari data yang akan dikumpulkan.
Data yang dihasilkan dari sensus ini tidak hanya penting untuk BPS, tetapi juga bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan. Kualitas data akan sangat mempengaruhi efektivitas program pembangunan.
Dengan pemahaman yang baik dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan, diharapkan partisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 dapat maksimal. Ini akan memastikan ketersediaan data yang komprehensif dan representatif.
Advertisement
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi kuat bagi perencanaan pembangunan ekonomi Banjarmasin di masa depan. Data yang valid dan terpercaya adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews