Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, secara resmi memulai penyaluran bantuan pangan berupa beras dan Minyakita untuk alokasi Oktober-November 2025. Program ini bertujuan utama untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Penyaluran bantuan ini telah dimulai dengan kegiatan kick off di Gudang Perum Bulog Kelapa Gading, Jakarta, pada Kamis (30/10), serta di Sorong, Papua Barat Daya.
Secara nasional, program Bantuan Beras Minyakita ini menargetkan sebanyak 18,27 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia. Setiap PBP akan menerima 20 kilogram beras dan 4 liter Minyakita, yang didistribusikan secara serentak melalui jaringan Bulog.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Penyaluran Bantuan Beras Minyakita oleh pemerintah bukan sekadar dukungan sosial, melainkan bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pangan. Program ini dirancang untuk memastikan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok tetap terjaga di tengah fluktuasi harga.
Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya program ini sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat. "Program bantuan ini bukan hanya bentuk dukungan sosial, tetapi juga langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Amran dalam keterangannya.
Langkah ini juga menjadi bagian krusial dari strategi nasional untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan. Pemerintah berupaya keras agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga komoditas penting.
Advertisement
Bapanas, Bulog, serta kementerian/lembaga terkait terus memperkuat sinergi lintas sektor. Upaya ini bertujuan agar pengendalian pangan dapat berjalan efektif, mulai dari hulu hingga ke hilir, menjamin distribusi yang merata dan tepat sasaran.
Advertisement
Jangkauan Luas Bantuan Beras Minyakita hingga Daerah 3TP
Program Bantuan Beras Minyakita ini memiliki jangkauan yang sangat luas, menargetkan 18,27 juta PBP di seluruh Indonesia. Penyaluran dilakukan secara serentak melalui jaringan distribusi Perum Bulog, termasuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
Di wilayah DKI Jakarta saja, jumlah PBP mencapai 217.975 orang, dengan total bantuan yang disalurkan sebesar 4.359.500 kg beras dan 871.900 liter Minyakita. Ini menunjukkan skala besar dari program yang sedang berjalan dan komitmen pemerintah terhadap pemerataan.
Tidak hanya di ibu kota, penyaluran bantuan pangan juga telah resmi dimulai di Sorong, Papua Barat Daya. Di sana, Bulog Cabang Sorong menyalurkan bantuan kepada 43.935 PBP, dengan total distribusi mencapai 878 ton beras dan 175 kiloliter Minyakita, memastikan warga di wilayah timur juga merasakan manfaatnya.
Advertisement
Amran menegaskan, "Penyaluran dilakukan secara serentak melalui jaringan distribusi Perum Bulog di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3TP." Setiap PBP akan menerima alokasi 20 kilogram beras dan 4 liter Minyakita selama periode Oktober-November 2025, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Program bantuan beras dan minyak goreng ini merupakan tindak lanjut dari penugasan resmi Bapanas kepada Perum Bulog. Penugasan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 347/TS.03.03/K/2025, yang mengamanatkan distribusi kepada masyarakat penerima di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews
Advertisement