Festival Rempah 2025: Kencur OKU, dari Jamu hingga Lulur, Jadi Andalan Sumatera Selatan

Kencur OKU menjadi produk unggulan Kabupaten Ogan Komering Ulu di Festival Rempah 2025, diolah menjadi beragam produk inovatif, menunjukkan potensi ekonomi rempah lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Festival Rempah 2025: Kencur OKU, dari Jamu hingga Lulur, Jadi Andalan Sumatera Selatan
Kencur OKU menjadi produk unggulan Kabupaten Ogan Komering Ulu di Festival Rempah 2025, diolah menjadi beragam produk inovatif, menunjukkan potensi ekonomi rempah lokal. (AntaraNews)

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, secara resmi mengunggulkan kencur sebagai produk rempah khas daerahnya dalam ajang Festival Rempah tahun 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, bertujuan memperkenalkan kekayaan rempah dari berbagai wilayah di Bumi Sriwijaya. Kencur, yang dikenal luas sebagai bahan jamu dan bumbu masakan, kini diangkat sebagai komoditas strategis yang memiliki potensi ekonomi besar.

Festival Rempah 2025 berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 24 hingga 26 Oktober 2025, bertempat di PTC Mall Palembang. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menyatakan bahwa festival ini merupakan platform penting untuk memamerkan dan mengumpulkan beragam rempah unggulan. Pihaknya optimistis bahwa kencur dapat menjadi daya tarik utama, tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi pribadi tetapi juga sebagai produk unggulan yang mampu menembus pasar lebih luas.

Inovasi produk dari kencur yang dikembangkan oleh TP PKK Kabupaten OKU telah menunjukkan keseriusan dalam pemberdayaan keluarga dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kencur tidak hanya dikenal sebagai tanaman herbal yang berkhasiat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit, tetapi juga diolah menjadi produk kecantikan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk terus mendukung hilirisasi produk lokal dan rempah agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU telah menunjukkan kreativitas dan inovasi yang luar biasa dalam mengolah kencur menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kencur, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai bahan dasar jamu atau bumbu dapur, kini bertransformasi menjadi produk-produk yang lebih beragam dan modern. Inovasi ini mencakup pembuatan gula beras kencur, lulur, hingga sabun kencur, yang masing-masing menawarkan manfaat unik bagi konsumen.

Produk gula beras kencur menawarkan alternatif minuman sehat yang praktis dan lezat, mempertahankan khasiat alami kencur dalam bentuk yang mudah dikonsumsi. Sementara itu, lulur dan sabun kencur dikembangkan dengan fokus pada manfaat kecantikan, khususnya untuk mengencangkan dan melembutkan kulit. Inovasi ini membuktikan bahwa kencur memiliki potensi multi-fungsi yang dapat dieksplorasi lebih jauh, tidak hanya terbatas pada konsumsi internal tetapi juga untuk perawatan tubuh.

Pengembangan produk-produk ini merupakan wujud nyata dari komitmen TP PKK OKU dalam menggerakkan pemberdayaan keluarga. Dengan memanfaatkan potensi kencur yang melimpah di daerah, mereka tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal dalam bentuk produk modern. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam daerah.

Pemerintah Kabupaten OKU menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan produk rempah lokal, khususnya kencur. Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dan bekerja sama dengan TP PKK OKU. Tujuan utamanya adalah mengelola komoditas dan menghilirisasi produk rempah lokal agar lebih dikenal, tidak hanya di Sumatera Selatan tetapi juga di luar provinsi. "Banyak manfaat dari kencur, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai produk unggulan," kata Bupati Teddy, menekankan nilai ekonomis dan fungsional kencur.

Apresiasi juga datang dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya Festival Rempah 2025. Gubernur Deru menekankan bahwa rempah bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga potensi ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Sumsel. Festival ini diharapkan menjadi momentum penting bagi para bupati dan wali kota di seluruh Sumatera Selatan untuk lebih menyadari kekayaan rempah yang dimiliki daerah masing-masing.

Gubernur Herman Deru juga mendorong daerah-daerah untuk menjadi penghasil dan penggerak komoditas rempah. Ia menyatakan, "Jadikan daerah kita sebagai penghasil dan penggerak komoditas rempah. Banyak manfaat dari rempah, baik untuk kebutuhan sendiri maupun sebagai produk unggulan yang bisa menarik pasar luar." Pesan ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan hilirisasi produk rempah untuk menarik pasar yang lebih luas, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi