Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menandatangani sebelas perjanjian kerja sama lintas sektor. Penandatanganan ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan bagi kedua provinsi.
Acara penandatanganan nota kesepahaman bersama ini berlangsung di Surabaya pada Sabtu, 25 Oktober. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta jajaran terkait dalam pertemuan penting tersebut.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi sinergi dan kolaborasi antarprovinsi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang besar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, demi kemajuan bersama masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai sektor vital. Sektor-sektor tersebut meliputi perdagangan, industri, ketahanan pangan, pertanian, peternakan, dan ketenagakerjaan.
Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Khofifah menegaskan bahwa banyak sektor unggulan di kedua provinsi yang memiliki sifat saling melengkapi, sehingga sinergi ini sangat penting.
Sebagai contoh nyata, Khofifah menyebutkan potensi kerja sama pengiriman susu dari Jawa Timur ke Jawa Tengah. Ada pula kebutuhan tembakau rajang dari Jawa Timur yang dapat dipasok ke Jawa Tengah, sementara Jawa Timur membutuhkan banyak gula merah dan gula kristal yang tersedia di Jawa Tengah.
Advertisement
"Terima kasih, Pak Gubernur Jawa Tengah beserta beberapa bupati, wakil bupati, asisten OPD, dan BUMD yang sudah bersilaturahim dan bersama-sama menandatangani nota kesepahaman bersama. Tentu harapan kita sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi," ujar Khofifah.
Advertisement
Khofifah merasa konektivitas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah sangat erat dan tersambung. Ia berharap seluruh elemen strategis di kedua provinsi tidak hanya bersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kepentingan kemajuan bersama, termasuk dalam aspek ekonomi.
Selain kerja sama ekonomi, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi di sektor pendidikan. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan sejak dini sebagai kunci utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Bersama-sama kalau kita ingin tumbuh bersama, bangkit bersama, besar bersama, maju bersama, kita harus menyiapkan SDM kita. Yang kira-kira kalau 2045, mereka itu kita siapkan menjadi pemimpin masa depan dan bibitnya sekarang," katanya.
Advertisement
Pernyataan ini menekankan bahwa investasi pada pendidikan dan pengembangan SDM merupakan prioritas. Hal ini untuk memastikan generasi muda siap menjadi pemimpin masa depan dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Advertisement
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi daerah dan membangun jaringan industri antardaerah yang lebih solid.
"Alhamdulillah kami bisa datang dan bertemu dengan Bu Gubernur yang kami banggakan dan menjadi idola para gubernur di Indonesia. Dan kerja sama hari ini untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan yang menumbuhkembangkan ekonomi baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah," kata Ahmad Luthfi.
Di akhir pertemuan, Gubernur Ahmad Luthfi turut mengundang Gubernur Khofifah untuk melakukan kunjungan balasan ke Jawa Tengah. Undangan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antardaerah dan memperluas cakupan kerja sama yang telah terjalin.
Advertisement
"Kami ingin hubungan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat di kedua provinsi,” pungkasnya, menunjukkan komitmen terhadap kolaborasi jangka panjang.
Sumber: AntaraNews