Tahukah Anda? Pemkab Bangka Barat Tingkatkan Tata Kelola Keuangan Modern dengan ETPD, Ini Manfaatnya!

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat serius tingkatkan tata kelola keuangan daerah melalui ETPD. Sistem ini jamin transparansi, efisiensi, dan dorong PAD. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemkab Bangka Barat Tingkatkan Tata Kelola Keuangan Modern dengan ETPD, Ini Manfaatnya!
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat serius tingkatkan tata kelola keuangan daerah melalui ETPD. Sistem ini jamin transparansi, efisiensi, dan dorong PAD. Simak detailnya! (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar) secara aktif meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang modern dan transparan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan.

Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menyatakan bahwa pemanfaatan ETPD menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan sektor pajak dan retribusi daerah. Sistem ini diharapkan membawa banyak manfaat signifikan bagi efisiensi dan akuntabilitas keuangan.

Penerapan ETPD tidak hanya berfokus pada peningkatan transparansi dan efisiensi. Lebih dari itu, sistem ini juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kualitas layanan publik. Seluruh proses transaksi keuangan daerah akan menjadi lebih mudah dan aman.

Manfaat ETPD untuk Peningkatan PAD dan Transparansi

Pemanfaatan ETPD membawa dampak positif yang luas bagi pengelolaan keuangan daerah. Sistem ini secara langsung mendukung transparansi dan efisiensi dalam setiap transaksi. Selain itu, ETPD juga berperan penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Yus Derahman menjelaskan bahwa ETPD memberikan kemudahan dan transparansi dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah. "ETPD tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi dan keamanan, tetapi juga mendorong kemudahan serta transparansi dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah," ujarnya. Hal ini menciptakan lingkungan pembayaran yang lebih akuntabel.

Sistem ini dirancang untuk meminimalisir potensi kebocoran dan kesalahan dalam pencatatan transaksi. Dengan demikian, setiap rupiah yang masuk ke kas daerah dapat tercatat dengan akurat. Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi salah satu target utama dari implementasi ETPD ini.

Kolaborasi Strategis dengan Bank Indonesia dan Perbankan

Keberhasilan implementasi ETPD di Bangka Barat tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pemkab Bangka Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia atas pendampingan dan dukungan penuh yang telah diberikan. Dukungan tersebut mencakup bimbingan teknis dalam penyusunan laporan ETPD.

Selain itu, Bank Indonesia juga memfasilitasi berbagai program digitalisasi transaksi keuangan daerah. "Kami berharap kolaborasi yang baik ini terus berlanjut sehingga target peningkatan indeks ETPD dan transaksi non tunai di masyarakat dapat tercapai secara optimal," kata Yus Derahman. Sinergi ini krusial untuk mencapai target digitalisasi.

Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Sumsel Babel Cabang Mentok. Bank ini berperan dalam penyediaan layanan, pendampingan teknis, dan penguatan infrastruktur informasi. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian dari kontribusi perbankan dalam mendukung ETPD.

Mendorong Peran ASN dan Edukasi Masyarakat

Komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dalam penerapan sistem pembayaran non tunai secara konsisten. Sistem ini dinilai lebih efisien, aman, dan transparan dibandingkan metode konvensional. Konsistensi dalam implementasi akan mempercepat adopsi ETPD.

Wakil Bupati Yus Derahman mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi teladan. "Saya mengajak seluruh ASN menjadi teladan dalam pembayaran pajak dan retribusi secara non tunai," tegasnya. Peran ASN sebagai contoh akan sangat mempengaruhi masyarakat.

Selain itu, ASN juga diharapkan aktif memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat luas. Tujuannya adalah agar terbiasa menggunakan sistem digital dalam transaksi keuangan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk kelancaran ETPD.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi