Ketika ditanya mengenai perbedaan antara pengusaha yang berhasil dan yang masih berjuang, Brian Moran, pendiri dan CEO Small Business Edge, serta salah satu pendiri Bricks or Sticks, selalu memberikan jawaban yang sama: pengelolaan waktu.
Dalam sesi pelatihannya, ia meminta kliennya untuk mengalokasikan satu dolar untuk setiap jam dalam sehari.
Tujuan dari permintaan ini adalah untuk menunjukkan bahwa waktu memiliki nilai yang setara dengan uang.
Selanjutnya, ia memperkenalkan istilah "perampok waktu," yang merujuk pada tugas-tugas yang tidak penting serta gangguan yang bisa menjauhkan kita dari fokus utama pekerjaan.
Untuk membantu kliennya mengelola waktu dengan lebih baik, Moran membagi hari menjadi empat kerangka waktu: 1. Waktu Pagi, 2. Waktu Utama, 3. Waktu Santai, dan 4. Waktu Malam.
Ia menekankan bahwa Waktu Utama harus mendapatkan prioritas tertinggi, diikuti oleh Waktu Pagi, Waktu Santai, dan terakhir Waktu Malam.
Moran menjelaskan bahwa ini bukanlah formula yang kaku atau hanya berlaku untuk jam kerja 9-5. Yang terpenting adalah menemukan pola yang paling sesuai dengan diri masing-masing individu.
1. Waktu Pagi adalah saat yang diperuntukkan bagi diri sendiri sebelum terjebak dalam email, rapat, atau urusan pekerjaan lainnya. Ini adalah momen yang tepat untuk mempersiapkan diri, mendapatkan kejernihan pikiran, dan membangun fondasi untuk hari yang akan datang.
Moran menggambarkan waktu pagi seperti seorang atlet profesional yang tidak akan langsung terjun ke lapangan tanpa melakukan pemanasan terlebih dahulu. Mereka perlu menyiapkan diri secara mental, fisik, emosional, dan spiritual, sambil membayangkan kesuksesan di tingkat tertinggi.
Bagi Moran, waktu pagi dimulai sekitar pukul 6.30 hingga 9.00. Pada periode ini, ia melakukan meditasi, menulis jurnal, berolahraga atau berjalan-jalan, sarapan, membaca artikel atau buku, serta mandi dan bersiap untuk menghadapi sisa hari. Dengan cara ini, ia memastikan bahwa hari-harinya dimulai dengan baik dan produktif.
Advertisement
Jam kerja Moran dimulai dari pukul 9.00 pagi hingga 5.00 sore, namun ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki jadwal yang berbeda. Sebagai contoh, ada klien yang menyelesaikan Prime Time-nya pada pukul 15.30 karena anak-anaknya pulang sekolah.
Di sisi lain, klien yang berfokus pada pasar luar negeri justru bekerja pada malam hari antara pukul 21.00 hingga 23.00 atau bahkan dini hari antara pukul 04.00 hingga 06.00.
Moran berpendapat bahwa Prime Time merupakan waktu paling krusial dalam sehari, di mana seseorang dapat mencari nafkah sekaligus membangun warisan. Ia menyatakan, “Setiap menit di waktu ini berharga, sehingga fokus penuh sangat dibutuhkan.”
Untuk meningkatkan produktivitas, Moran membagi waktu tersebut ke dalam empat kategori. Pertama adalah Tugas Mendesak, yaitu tugas yang tidak dapat ditunda, didorong oleh tenggat waktu, dan harus diselesaikan pada hari itu juga.
Ia menyarankan untuk menyelesaikan tugas ini lebih awal saat energi masih penuh. Kedua adalah Tugas Penting, yang berkaitan dengan tujuan strategis dan biasanya tidak mendesak. Ia memperingatkan bahwa jika diabaikan, tugas ini dapat berubah menjadi mendesak.
Oleh karena itu, jadwalkan blok waktu khusus setelah menyelesaikan tugas mendesak. Selanjutnya, ada Tugas Rutin yang mencakup aktivitas sehari-hari seperti memperbarui CRM, menjadwalkan posting media sosial, atau meninjau dokumen.
Tugas ini penting, tetapi tidak terikat oleh waktu. Terakhir, Tugas Tidak Penting, seperti mengatur berkas, berhenti berlangganan email spam, atau membaca artikel ringan, sebaiknya diletakkan di prioritas paling bawah.
Moran juga merekomendasikan untuk beristirahat selama 10 menit setiap jam. Gunakan waktu tersebut untuk berjalan, melakukan peregangan, atau sekadar minum air. Ia berpendapat, “Otak yang cukup istirahat adalah otak yang bisa tetap fokus.”
Advertisement
Waktu santai yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 18.00 merupakan fase penutup dari hari Anda.
Pada periode ini, meskipun Anda tidak sepenuhnya berlibur, Anda juga tidak terfokus pada pekerjaan yang memiliki nilai tinggi.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan selama waktu ini meliputi: menjawab email, pesan teks, atau voicemail, mengembalikan panggilan yang tidak mendesak, menyelesaikan tugas-tugas rutin yang kurang penting, serta menyusun jadwal utama untuk hari berikutnya.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda dapat mengakhiri hari dengan baik dan sekaligus mempersiapkan diri untuk meraih kesuksesan di hari yang akan datang.
Advertisement
Malam hari adalah waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari pekerjaan. Matikan komputer, tinggalkan meja kerja, dan nikmati hidup Anda.
Manfaatkan waktu ini untuk berkumpul bersama keluarga, bersosialisasi dengan teman, atau menikmati waktu sendiri.
Anda bisa melakukan aktivitas seperti membaca, memasak, tertawa, berjalan-jalan dengan hewan peliharaan, atau melakukan hal-hal yang membuat Anda merasa bahagia.
Apa pun yang dapat mengisi ulang energi Anda, lakukanlah. Selain itu, pastikan untuk tidur pada waktu yang wajar, karena hari esok selalu memberikan peluang baru untuk memperbaiki diri.
Ingatlah bahwa waktu adalah mata uang yang berharga.
Banyak pemilik bisnis menghabiskan sekitar USD 500 (setara dengan Rp 8,2 juta, berdasarkan kurs Rp 16.500/USD) untuk menyelesaikan tugas yang hanya bernilai USD 100 (sekitar Rp 1,6 juta). Ini adalah cara di mana waktu Anda dapat dicuri. Jangan biarkan diri Anda menjadi perampok waktu bagi diri sendiri.