Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana mengubah status pengelolaan Wisata Bahari Pasir Putih menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta efisiensi manajemen objek wisata unggulan di jalur Pantura Jawa-Bali tersebut. Target implementasi BLUD ini ditetapkan pada tahun depan, yakni 2026.
Langkah strategis ini diambil berdasarkan arahan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, untuk menjadikan Pasir Putih lebih profesional. Selama beberapa tahun terakhir, pengelolaan wisata yang terletak di Kecamatan Bungatan ini berada di bawah Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat. Transformasi menjadi BLUD akan memberikan otonomi lebih besar dalam operasional.
Koordinator Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Yogie Kripsian Sah, mengungkapkan bahwa perubahan status ini akan membawa fleksibilitas signifikan. Fleksibilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk perbaikan sarana prasarana dan penambahan fasilitas. Hal ini berbeda dengan sistem sebelumnya yang sangat bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Advertisement
Advertisement
Fleksibilitas dan Peningkatan Layanan Melalui BLUD
Perubahan pengelolaan Wisata Bahari Pasir Putih menjadi BLUD diharapkan dapat mengatasi kendala birokrasi yang selama ini menghambat pengembangan. Yogie Kripsian Sah menjelaskan bahwa perencanaan perbaikan dan penambahan sarana prasarana sebelumnya harus melalui proses APBD yang cenderung panjang. Dengan status BLUD, proses ini akan jauh lebih ringkas dan responsif terhadap kebutuhan.
"Kalau diubah pengelolaannya menjadi BLUD akan lebih fleksibel merencanakan penambahan fasilitas di Pasir Putih," ujar Yogie. Fleksibilitas ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memungkinkan pengelola untuk lebih inovatif dalam menghadirkan fasilitas baru. Tujuannya adalah memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan yang berkunjung ke salah satu ikon pariwisata Situbondo ini.
Peningkatan kualitas pelayanan menjadi fokus utama dari transformasi ini. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa BLUD akan mendorong pengelolaan Pasir Putih menjadi lebih profesional. Hal ini mencakup aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga diversifikasi atraksi wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Potensi Pendapatan Signifikan dan Harapan Baru
Keberhasilan awal dalam peningkatan pendapatan menjadi indikator positif bagi rencana perubahan status ini. Yogie Kripsian Sah melaporkan bahwa sejak ditunjuk sebagai koordinator, pendapatan Pasir Putih menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam dua bulan terakhir, yaitu Agustus hingga September, pendapatan dari kunjungan wisatawan dan penginapan/hotel telah mencapai lebih dari Rp500 juta.
Rincian pendapatan menunjukkan tren peningkatan yang menjanjikan. "Alhamdulillah pendapatan Pasir Putih pada Agustus sekitar Rp269 juta dan September sekitar Rp330 juta, bagus prospek ke depan," kata Yogie. Angka ini mencerminkan potensi besar Wisata Bahari Pasir Putih untuk berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah jika dikelola secara optimal.
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyambut baik peningkatan pendapatan ini. Beliau menyampaikan bahwa peningkatan ini terjadi secara perlahan, namun konsisten. "Perlahan Pasir Putih pendapatan Pasir Putih mulai naik pendapatannya, mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat baru, memberikan wajah baru, karena saya ingin tahun depan wajah Pasir Putih sudah banyak berubah," ungkap Bupati. Harapan besar tertumpu pada BLUD untuk mewujudkan wajah baru Pasir Putih yang lebih modern dan menarik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews