Provinsi Banten merayakan hari jadinya yang ke-25 dengan capaian ekonomi yang membanggakan. Hingga semester I-2025, Banten berhasil membukukan investasi fantastis sebesar Rp60,7 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat pertumbuhan positif daerah tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Investasi yang masif ini tidak hanya sekadar angka, melainkan juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Tercatat, penyerapan tenaga kerja mencapai 110.521 orang, memberikan peluang kerja bagi ribuan penduduk. Pernyataan ini disampaikan Andra Soni saat Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-25 Provinsi Banten yang berlangsung di Serang, Sabtu (4/10).
Capaian positif ini turut berkontribusi pada penurunan tingkat pengangguran terbuka di Banten. Dari 7,52 persen pada tahun 2023, angka pengangguran berhasil ditekan menjadi 6,64 persen pada Februari 2025. Perkembangan ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi dan lapangan kerja.
Advertisement
Advertisement
Investasi Banten Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Signifikan
Pencapaian investasi sebesar Rp60,7 triliun pada semester I-2025 merupakan bukti nyata daya tarik Banten bagi para investor. Arus investasi yang deras ini menjadi tulang punggung utama dalam upaya penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 110.521 orang kini telah mendapatkan pekerjaan berkat iklim investasi yang kondusif di provinsi ini.
Gubernur Andra Soni menekankan bahwa investasi ini adalah hasil kerja keras kolektif. "Penyerapan tenaga kerja mencapai 110.521 orang," ujar Andra, menggarisbawahi dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan ketenagakerjaan.
Derasnya arus investasi juga memiliki korelasi langsung dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Penurunan dari 7,52 persen pada 2023 menjadi 6,64 persen pada Februari 2025 membuktikan bahwa investasi di Banten efektif. Hal ini menciptakan optimisme baru bagi masyarakat Banten terhadap masa depan ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Strategi Komprehensif Turunkan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya mengandalkan investasi untuk menurunkan pengangguran, tetapi juga menerapkan strategi komprehensif. Fokus penurunan pengangguran dilakukan melalui berbagai program kolaboratif. Ini termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi dan balai latihan kerja untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja dan program pemagangan juga menjadi prioritas. "Fokus penurunan pengangguran dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, balai latihan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemagangan, serta pengawasan ketenagakerjaan," kata Andra Soni. Pengawasan ketenagakerjaan juga diperkuat untuk memastikan hak-hak pekerja terlindungi.
Di samping upaya penurunan pengangguran, Banten juga berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 5,63 persen. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di angka 5,33 persen dengan inflasi terkendali 1,95 persen pada semester I-2025. Keseimbangan antara pertumbuhan dan pengendalian inflasi menjadi kunci keberhasilan ini.
Advertisement
Advertisement
Arah Pembangunan Banten: Ekonomi Kerakyatan hingga Tata Kelola Baik
Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Banten kini diarahkan tidak hanya pada infrastruktur semata. Fokus juga diberikan pada penguatan ekonomi kerakyatan, kesehatan, dan pendidikan. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Banten.
Beberapa program unggulan telah diluncurkan sebagai wujud nyata komitmen ini. Program tersebut meliputi Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta, serta inisiatif Satu Sarjana Satu Desa. "Jalan yang kita buka bukan hanya aspal, tapi membuka akses bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat desa," ujarnya.
Selain itu, Banten juga menunjukkan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut. Indeks Reformasi Birokrasi juga meningkat hingga 87,49 poin. Berbagai penghargaan nasional, seperti Paritrana Award 2025 dan apresiasi Presiden atas eliminasi TBC nasional, semakin mengukuhkan reputasi Banten.
Advertisement
Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan 25 tahun Banten sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong. "Mari kita jaga kolaborasi ini agar Banten semakin maju, adil merata, dan bersih dari korupsi," pungkasnya, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
Sumber: AntaraNews