Siap Hadapi Lonjakan 30%? ASDP Proyeksikan Peningkatan Penumpang Selama MotoGP Mandalika

PT ASDP Pelabuhan Lembar memproyeksikan lonjakan 30% penumpang dan kendaraan selama MotoGP Mandalika.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Siap Hadapi Lonjakan 30%? ASDP Proyeksikan Peningkatan Penumpang Selama MotoGP Mandalika
PT ASDP Pelabuhan Lembar memproyeksikan lonjakan 30% penumpang dan kendaraan selama MotoGP Mandalika. Persiapan matang dilakukan untuk kelancaran arus transportasi. (Merdeka.com)

PT ASDP Pelabuhan Lembar memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah penumpang dan kendaraan. Lonjakan ini diperkirakan terjadi selama perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. General Manager Agus Djoko Trianto menyatakan kesiapan penuh menghadapi arus tersebut.

Peningkatan ini khususnya akan terlihat pada rute Pelabuhan Lembar Lombok Barat menuju Pelabuhan Padangbai Bali. Proyeksi kenaikan mencapai 30 persen dari jumlah normal. Kenaikan ini didominasi oleh kendaraan roda dua yang membawa penonton MotoGP.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan armada kapal dan posko terpadu. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa. Langkah antisipasi ini diambil berdasarkan pengalaman dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

General Manager PT ASDP Pelabuhan Lembar, Agus Djoko Trianto, mengungkapkan proyeksi kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan hingga 30 persen. Angka ini mencakup sekitar 82 ribu orang, dengan dominasi kendaraan roda dua. Peningkatan ini diperkirakan terjadi selama periode 3-5 Oktober, bertepatan dengan MotoGP Mandalika.

Dalam rangka melayani lintasan Lembar-Padangbai, PT ASDP telah menyiapkan 20 kapal. Jumlah ini meningkat dari 18 kapal yang dioperasikan pada tahun sebelumnya. Empat kapal lainnya tidak dapat beroperasi karena sedang menjalani perawatan tahunan atau docking.

Kesiapan armada ini menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kepadatan. Agus Djoko Trianto menegaskan bahwa pihaknya selalu siap, bahkan jika trafik tidak sebesar proyeksi. Kesiapan ini penting agar tidak terjadi kekacauan apabila terjadi lonjakan penumpang yang melebihi perkiraan.

Selain armada, PT ASDP juga membangun posko terpadu di area pelabuhan. Posko ini berfungsi untuk memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan bagi para penumpang. Langkah ini menunjukkan komitmen ASDP dalam mengelola arus selama event besar seperti MotoGP Mandalika.

Meskipun proyeksi peningkatan telah ditetapkan, Agus Djoko Trianto mengakui bahwa peningkatan signifikan belum terjadi menjelang hari H MotoGP. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, puncak kepadatan biasanya terjadi pada hari Jumat dan Sabtu (3-4 Oktober). Hal ini menjadi fokus kewaspadaan utama bagi ASDP.

Pihak ASDP sangat mewaspadai tanggal 5 Oktober, yaitu usai penyelenggaraan MotoGP. Pada tanggal tersebut, pengguna jasa cenderung pulang secara bersamaan dari sirkuit. Mereka akan melewati Pelabuhan Lembar-Padangbai, yang berpotensi menyebabkan penumpukan.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kepadatan penumpang cenderung terjadi pada malam hari. PT ASDP telah menunjukkan kemajuan dalam mengurai kepadatan, dari yang sebelumnya memakan waktu hingga pagi hari. "Tahun kemarin kita bisa mengurai di jam 1 dini hari, sementara di tahun sebelumnya di jam 8 pagi," ujar Agus.

Untuk mengantisipasi penumpukan, ASDP telah menyiapkan sejumlah skenario operasional di lapangan. Skenario tersebut meliputi percepatan waktu berangkat kapal. Waktu keberangkatan dapat dipersingkat dari 2,5 jam menjadi 2 jam, atau bahkan 1,5 jam jika diperlukan. Jika sangat padat, kapal akan menerapkan skenario "tiba dan berangkat" tanpa menunggu lama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi