Fakta Unik Angka Rp2,86 Miliar: BBPJN Jateng-DIY Genjot Perbaikan Jembatan Rembang Blora Cepu, Prioritaskan 4 Titik Vital

BBPJN Jateng-DIY alokasikan Rp2,86 miliar untuk Perbaikan Jembatan Rembang Blora Cepu. Empat jembatan vital jadi prioritas, demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Angka Rp2,86 Miliar: BBPJN Jateng-DIY Genjot Perbaikan Jembatan Rembang Blora Cepu, Prioritaskan 4 Titik Vital
BBPJN Jateng-DIY alokasikan Rp2,86 miliar untuk Perbaikan Jembatan Rembang Blora Cepu. Empat jembatan vital jadi prioritas, demi kelancaran dan keselamatan lalu lintas. Simak detailnya! (Merdeka.com)

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk perbaikan infrastruktur jalan. Prioritas diberikan pada empat jembatan krusial di ruas Rembang-Blora-Cepu. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.

Perbaikan jembatan ini ditargetkan rampung pada pertengahan September 2025. Anggaran sebesar Rp2,86 miliar telah disiapkan untuk pemeliharaan berkala. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas jalan nasional.

Kerusakan pada jembatan-jembatan tersebut sebelumnya berpotensi mengganggu lalu lintas. Mulai dari penurunan orpit hingga korosi rangka. Kondisi ini mendesak untuk segera ditangani demi menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Fokus Perbaikan dan Anggaran

BBPJN Jawa Tengah-DIY telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,86 miliar untuk pemeliharaan berkala empat jembatan. Jembatan-jembatan ini terletak di ruas vital Rembang-Blora-Cepu. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur nasional.

Empat jembatan yang menjadi prioritas perbaikan adalah Jembatan Sulang, Jembatan Lusi (Blora), Jembatan Bruk Kembar, dan Jembatan Bengawan Solo B. Keempatnya memiliki total panjang 333 meter. Pemilihan ini didasarkan pada hasil survei kondisi jembatan.

Arif Agus Setyawan dari BBPJN Jawa Tengah-DIY menyatakan bahwa perbaikan ini ditargetkan selesai pertengahan September 2025. Proses pemeliharaan mencakup penggantian perkerasan aspal lantai jembatan. Selain itu, ada perbaikan expansion joint dan pemasangan marka jalan.

Detail Kerusakan dan Proses Penanganan

Kerusakan yang ditemukan pada jembatan-jembatan tersebut cukup beragam. Beberapa masalah meliputi penurunan orpit jembatan dan permukaan aspal lantai yang bergelombang. Retakan dan lubang juga menjadi perhatian utama.

Selain itu, bearing pad ditemukan pecah dan expansion joint mengalami kerusakan. Korosi pada sebagian rangka jembatan juga memerlukan penanganan serius. Kondisi ini sangat berpotensi mengganggu keselamatan lalu lintas jika dibiarkan.

Untuk mengatasi masalah ini, BBPJN melakukan berbagai pekerjaan teknis. Ini termasuk penggantian bearing pad dan pengecatan rangka jembatan. Pembersihan jembatan secara menyeluruh juga menjadi bagian dari program pemeliharaan.

Upaya BBPJN dan Partisipasi Masyarakat

Selama proses pemeliharaan, BBPJN Jateng-DIY bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan. Mereka menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup (setengah jalur). Pekerjaan juga dimaksimalkan pada malam hari untuk meminimalkan gangguan arus lalu lintas.

BBPJN Jateng-DIY secara rutin melaksanakan survei kondisi jembatan di seluruh ruas jalan nasional. Ini dilakukan untuk memastikan pemeliharaan tepat waktu dan efektif. Selain pemeliharaan berkala, ada alokasi Rp150 juta untuk pemeliharaan rutin 17 jembatan lainnya.

Meski kondisi jembatan di Blora umumnya baik, beberapa memerlukan penanganan lanjutan seperti pelebaran. Jembatan Kidangan di Kecamatan Jepon sedang diusulkan anggarannya untuk pelebaran. Masyarakat juga diajak menjaga jembatan sebagai aset bersama.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan di jembatan atau sungai. Penting juga untuk tidak mencuri sarana prasarana jembatan dan menghindari vandalisme. Jika menemukan kerusakan, laporan bisa disampaikan melalui aplikasi Jalan Kita.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi