PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) baru-baru ini menggelar aksi penanaman ribuan bibit bakau. Sebanyak 17.845 bibit mangrove berhasil ditanam di Pantai Bahak, Curahdringu, Tongas, Probolinggo. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian acara Festival Mangrove ke-7 yang bertujuan memperkuat ekosistem pesisir.
Acara yang berlangsung pada 23 Agustus ini menjadi bukti nyata komitmen BUMN dalam menjaga kelestarian lingkungan. Partisipasi SIG dalam Festival Mangrove Jatim sejalan dengan prinsip Tata Kelola, Lingkungan, dan Sosial (Environmental, Social, dan Governance/ESG) yang dipegang teguh. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perlindungan ekosistem bakau dan keanekaragaman hayati di Jatim.
Penanaman bibit mangrove ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan upaya konkret untuk mitigasi dampak perubahan iklim global. Bibit-bibit bakau yang ditanam merupakan hasil budidaya petani mangrove lokal di Jatim, menunjukkan kolaborasi yang harmonis antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir semakin meningkat di kalangan masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Komitmen SIG dalam Pelestarian Lingkungan
Direktur Utama Semen Indonesia (SIG), Indrieffouny Indra, menegaskan bahwa keterlibatan perseroan dalam Festival Mangrove ke-7 merupakan wujud tanggung jawab sebagai BUMN. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bagi BUMN untuk turut serta dalam memelihara lingkungan. Oleh karena itu, SIG merasa sangat berbahagia dapat menjadi bagian dari acara penting ini.
Indrieffouny juga menyatakan komitmen perusahaan untuk terus memperhatikan kelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas bisnisnya di masa mendatang. Penanaman 17.845 bibit bakau ini bukan hanya angka, melainkan simbol dari upaya nyata dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Bibit-bibit tersebut secara khusus berasal dari budidaya petani mangrove di Jatim, memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung program konservasi.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa prinsip ESG bukan sekadar jargon, melainkan diterapkan dalam tindakan nyata oleh SIG. Keterlibatan aktif dalam Festival Mangrove Jatim menjadi contoh bagaimana perusahaan besar dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam upaya pelestarian alam.
Advertisement
Advertisement
Peran Jawa Timur dalam Konservasi Mangrove
Jawa Timur memegang peranan krusial dalam konservasi mangrove di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kehutanan, Provinsi Jatim memiliki lahan bakau seluas 30.839 hektare. Angka ini setara dengan 48,38 persen dari total lahan mangrove di Pulau Jawa, menjadikannya provinsi dengan lahan mangrove terluas di Jawa.
Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jatim telah mengalami peningkatan signifikan. Tercatat penambahan seluas 3.618 hektare, atau naik 13,29 persen, dibandingkan data tahun 2021. Peningkatan ini tidak lepas dari upaya kolaboratif berbagai elemen, mulai dari akademisi, pegiat lingkungan, pemerintah daerah, hingga berbagai instansi terkait.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan BUMN SIG dalam penyelenggaraan Festival Mangrove ke-7. Menurut Khofifah, dukungan tersebut memberikan dorongan besar bagi upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pesisir dan laut. Ekosistem mangrove di Jawa Timur telah terbangun dengan baik berkat keterlibatan aktif dari berbagai lapisan masyarakat, menegaskan pentingnya sinergi untuk keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara Festival Mangrove yang Komprehensif
Festival Mangrove ke-7 Provinsi Jatim tidak hanya berfokus pada penanaman bibit bakau, tetapi juga diisi dengan beragam kegiatan edukatif dan konservasi lainnya. Salah satu agenda penting adalah penganugerahan penghargaan bagi individu maupun kelompok yang peduli terhadap ekosistem bakau dan keanekaragaman hayati hutan pantai. Ini merupakan bentuk apresiasi terhadap mereka yang telah berdedikasi dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini turut dilengkapi dengan pelepasliaran satwa di kawasan pesisir pantai. Sebanyak empat burung pecuk padi hitam dan empat burung ibis kepala hitam dilepasliarkan, bersama dengan tebar benih 325 ekor kepiting. Aksi ini bertujuan untuk memperkaya keanekaragaman hayati dan mendukung keseimbangan ekosistem laut.
Kemeriahan acara juga diwarnai dengan edukasi pelestarian mangrove yang interaktif, pagelaran busana batik mangrove yang unik, serta pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar. Pameran produk olahan mangrove juga hadir, menunjukkan potensi ekonomi dari keberadaan ekosistem ini. Seluruh rangkaian acara ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan mangrove demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews