Perusahaan BUMN, PT Askrindo melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar Diklat Berjenjang Guru PAUD Tingkat Mahir belum lama ini. Program ini merupakan kelanjutan dari pelatihan Tingkat Dasar dan Tingkat Lanjut yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Askrindo dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta mitra pelatihan dari sektor pendidikan.
Direktur Kepatuhan dan SDM Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru PAUD sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
"Kami percaya bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama bagi terbentuknya generasi masa depan yang cerdas, berakhlak, dan siap bersaing secara global. Melalui program TJSL ini, Askrindo berkomitmen untuk hadir secara nyata dalam mendukung guru-guru PAUD agar memiliki kemampuan profesional yang mumpuni. Karena dari tangan para guru PAUD-lah, masa depan bangsa mulai dibentuk," ujar Mahelan.
Pelatihan ini dirancang dengan sistem berjenjang dan terstruktur, mengacu pada kurikulum nasional, dan berfokus pada pendekatan aplikatif serta teknik pengajaran inspiratif. Dukungan penuh diberikan oleh Askrindo sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan manusia Indonesia melalui program TJSL.
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor
Mahelan juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan program ini.
"Kegiatan ini adalah bukti nyata pentingnya kemitraan antara korporasi, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Ini adalah bentuk kontribusi aktif Askrindo dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)," tambahnya.
Pelaksanaan Diklat ini mendukung pencapaian beberapa TPB, yaitu TPB No.4 Pendidikan Berkualitas, TPB No.5 Kesetaraan Gender, TPB No.8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
"Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan lahir tenaga pendidik PAUD yang unggul dan inspiratif, serta mampu mencetak generasi penerus bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tutup Mahelan.