Bengkayang Panen Jagung, Siap Jadi Penyangga Pangan Kalbar: Berapa Luas Lahan yang Digarap?

Polres Bengkayang bersama Pemkab setempat gencar mendorong Penanaman Jagung Bengkayang untuk ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Simak upaya kolaborasi ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bengkayang Panen Jagung, Siap Jadi Penyangga Pangan Kalbar: Berapa Luas Lahan yang Digarap?
Polres Bengkayang bersama Pemkab setempat gencar mendorong Penanaman Jagung Bengkayang untuk ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Simak upaya kolaborasi ini! (AntaraNews)

Polres Bengkayang, Polda Kalimantan Barat, bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat secara aktif mendorong peningkatan produktivitas pangan melalui program penanaman jagung serentak. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, menjelaskan bahwa penanaman jagung perdana dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektare yang berlokasi di Kecamatan Lumar. Secara keseluruhan, total luas lahan yang telah ditanami jagung di Kabupaten Bengkayang kini mencapai 34,4 hektare, tersebar di 13 kecamatan berbeda. Program ini menunjukkan komitmen serius dari berbagai pihak untuk mencapai target ketahanan pangan.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini merupakan wujud nyata sinergi antara institusi Polri, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong sektor pertanian. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan pada gilirannya memperkuat perekonomian di tingkat lokal. Dengan dukungan penuh dari semua elemen, Bengkayang optimistis menjadi salah satu lumbung pangan strategis.

AKBP Syahirul Awab menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas pertanian serta memperkuat perekonomian lokal secara berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat petani.

“Penanaman jagung serentak ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Bengkayang mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam program ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolres. Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap hasil panen jagung ini dapat membantu ketersediaan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Dukungan terhadap program nasional menjadi prioritas utama.

Keberhasilan program penanaman jagung ini tidak terlepas dari peran vital para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh elemen masyarakat yang menjadi ujung tombak dalam peningkatan produksi. “Dengan sinergi yang kuat lintas sektor, kami optimistis Bengkayang mampu menjadi salah satu daerah penyangga pangan strategis di Kalimantan Barat,” tegas AKBP Syahirul Awab. Kolaborasi ini menjadi kunci keberlanjutan program.

Selain penanaman, Polres Bengkayang juga telah melakukan pengiriman sebanyak 50 ton jagung hasil panen ke Gudang Bulog Singkawang. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat cadangan pangan daerah dan membantu stabilisasi harga jagung di tingkat petani. Distribusi hasil panen ke Bulog merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, menyatakan bahwa gerakan tanam jagung ini sangat mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperluas areal tanam produktif. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong petani agar dapat lebih mandiri secara ekonomi. Peningkatan kemandirian petani adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan sektor pertanian.

“Produksi jagung memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas strategis, tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga tetapi juga industri pakan ternak,” jelas Yulianus. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memperkuat rantai ekonomi di sektor pertanian. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Bengkayang dapat berkontribusi pada program swasembada pangan nasional menuju Indonesia Maju 2045.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi