Menteri Bahlil: Mobil Bensin Butuh Rp1.300 per Km, Mobil Hidrogen Hanya Rp550 per Kilometer

Pemanfaatan kendaraan berbasis hidrogen dapat mengurangi impor BBM  sebesar 1 juta barel per hari.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menteri Bahlil: Mobil Bensin Butuh Rp1.300 per Km, Mobil Hidrogen Hanya Rp550 per Kilometer
Menteri Bahlil: Mobil Bensin Butuh Rp1.300 per Km, Mobil Hidrogen Hanya Rp550 per Kilometer (Merdeka.com)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong pengembangan kendaran berbasis hidrogen untuk mengurangi ketergantungan impor BBM. Menurutnya, penggunaan mobil berbasis hidrogen jauh lebih murah ketimbang bensin atau BBM.

Bahlil mencontohkan, biaya isi bensin yang dikeluarkan untuk mobil berbasis BBM berkisar Rp1.300 per kilometer. Sementara konsumsi mobil hidrogen yang dihasilkan PT PLN hanya membutuhkan Rp550 per liter.

"Nah, kalau pakai hidrogen dari PLN, karena ini access supply, tidak ada investasi pembangkit, tidak ada investasi elektrolisis, ini hanya Rp550 per kilometer, jadi lebih murah daripada pakai bensin, karena hidrogennya setengah gratis," ujarnya dalam acara Opening Ceremony Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (15/4).

Selain itu, pemanfaatan kendaraan berbasis hidrogen dapat mengurangi impor BBM  sebesar 1 juta barel per hari. Kalkulasi volume impor tersebut berdasarkan rata-rata penggunaan BBM di Indonesia yang mencapai 1,5 juta barel per hari. Sementara, produksi minyak dalam negeri baru mencapai 600.000 barel per hari.

"Berarti kita impor (BBM) 900 sampai 100.000 barel per day," ujarnya.

Produksi Hidrogen PLN

Bahlil menyebut PT PLN telah mampu memproduksi hidrogen hingga 200.000 ton per tahun. Sementara konsumsi hidrogen baru mencapai 75 ton. Dengan ini, terdapat pasokan hidrogen sekitar 125 ton yang belum terpakai.

Oleh karena itu, dia meminta investor untuk tak ragu menggarap bisnis hidrogen di Indonesia. Saat ini, pemerintah akan menyusun regulasi terkait pengembangan  mobil berbasis hidrogen. 

"Nah, semakin narik ke sini, itu akan melakukan efisiensi terhadap penemuan-penemuan teknologi baru. Dan saya menunggu agar ini bisa menjadi bagian terpenting dalam kontribusi kita kepada bumi, untuk mendorong energi baru terbarukan," tandasnya.

Rekomendasi