Kartu Prakerja Jokowi Diakui UNESCO, Jadi Contoh Semua Bisa Belajar

Kata Baril sejak tahun 2020, program Kartu Prakerja telah memberikan kesempatan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan kepada 17 juta pelajar. Program ini juga mendorong banyak pelajar yang sebelumnya menganggur untuk bekerja.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kartu Prakerja Jokowi Diakui UNESCO, Jadi Contoh Semua Bisa Belajar
Jokowi Temui Alumni Kartu Prakerja. tira santia ©2022 Liputan6.com

Program Kartu Prakerja mendapatkan pengakuan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO). Organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini program Kartu Prakerja sebagai percontohan dalam pembelajaran inklusif untuk semua orang yang memanfaatkan teknologi digital.

"Indonesia adalah pilihan yang sangat baik untuk konferensi Inclusive Lifelong Learning Conference (ILLC) karena menjadi contoh bagaimana mempromosikan pembelajaran inklusif untuk semua," kata Chair of the Governing Board UNESCO Institute for Lifelong Learning (ILCC) Daniel Baril di Bali, Selasa (4/7).

Kata Baril sejak tahun 2020, program Kartu Prakerja telah memberikan kesempatan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan kepada 17 juta pelajar. Program ini juga mendorong banyak pelajar yang sebelumnya menganggur untuk bekerja.

"Ini benar-benar contoh yang bagus," ujarnya.

Menurutnya, Setiap orang berhak atas pendidikan. Hal ini tertuang dalam pasal 26 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Dia menegaskan Pendidikan merupakan hak universal dan hak untuk semua orang, tidak peduli dari mana mereka berasal dan tidak terbatas oleh usia.

"Karena pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah atau di akhir pendidikan tinggi, itu adalah proses belajar sepanjang hayat," ujarnya.

Lebih lanjut, Baril menyebut membangun budaya belajar sepanjang hayat tidak hanya mengakui hak fundamental ini. Tetapi juga melengkapi diri secara kolektif dan individual untuk mengarungi transisi penting di zaman saat ini.

Apalagi dalam dunia yang terus berkembang, yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang cepat. Didorong oleh kecerdasan buatan generatif, dan dipengaruhi oleh volatilitas pasar tenaga kerja, perubahan iklim, dan pergeseran demografis. Sehingga pentingnya pembelajaran seumur hidup menjadi lebih penting dari sebelumnya.

"Merangkul pembelajaran seumur hidup sangat penting untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam membentuk masyarakat kita dan menjalani kehidupan yang memuaskan," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Tira Santia

Rekomendasi