Menara Saidah Pernah Jadi Kantor Pemerintahan & Resepsi Pernikahan Artis

Di era kejayaannya sejumlah perusahaan besar pernah berkantor di Menara Saidah. Bahkan, Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia yang sekarang berubah nama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal juga pernah berkantor di lantai 18 Menara Saidah.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menara Saidah Pernah Jadi Kantor Pemerintahan & Resepsi Pernikahan Artis
Menara Saidah. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Menara Saidah mengandung banyak cerita yang menarik untuk diperbincangkan. Gedung bergaya Romawi kuno ini terletak di kawasan elit Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.

Sejumlah cerita yang melegenda terkait Menara Saidah ialah banyak dihuni oleh makhluk tak kasat mata. Salah satu penyebabnya karena bangunan tersebut sudah lama tak dihuni hingga terbengkalai.

Beberapa lampu taman pecah, kaca gedung pudar tidak lagi berkilap, cat dinding sudah banyak yang mengelupas. Bahkan, pada malam hari tidak terlihat satupun lampu yang berpijar dari dalam gedung.

Selain itu, bangun Menara Saidah juga dikabarkan miring. Padahal, di era kejayaannya gedung ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jakarta.

Di era kejayaannya sejumlah perusahaan besar pernah berkantor di Menara Saidah. Bahkan, Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia yang sekarang berubah nama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal juga pernah berkantor di lantai 18 Menara Saidah.

Selain perkantoran, Menara Saidah juga disewakan untuk acara pernikahan. Artis film terkemuka, Inneke Koesherawati melangsungkan pernikahannya dengan salah satu keluarga Saidah, Fahmi Darmawansyah di gedung tersebut.

Saat ini, kejayaan Menara Saidah hanya tinggal kenangan. Ini setelah perusahaan penyewa hengkang dari gedung bergaya Romawi kuno tersebut.

"Sekarang sudah kosong mas, gak tau kenapa, gak ada lagi yang nyewa gedung itu," kata seorang penjaga yang enggan disebut namanya kepada Merdeka.com.

Dugaan kuat penyebab kaburnya para penyewa lebih disebabkan oleh manajemen yang buruk. Misalnya, pengelola dinilai lamban dalam menanggapi keluhan dari perusahaan penyewa.

"Awalnya pemakai gedung sudah komplain kepada manajemen tentang lift yang lambat, namun tidak pernah ditanggapi, akhirnya pada keluar," ujar penjaga gedung yang lain.

Selain itu, banyaknya pihak yang ikut mengelola gedung juga menambah sebab kebangkrutan Menara Saidah. Kondisi ini tentu membuat para perusahaan penyewa merasa tidak nyaman dan memilih hengkang.

"Kakak adiknya juga ikut mengelola, jadinya harga sewanya pasang tarif setinggi mungkin," pungkasnya.

Rekomendasi