Konglomerat Palembang Haji Halim, Dedikasikan Hartanya untuk Pendidikan

Haji Halim juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Palembang yang cukup agamis. Dia juga pernah mengundang Ustadz Abdul Somad untuk mengisi pengajian di kediaman megahnya.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Konglomerat Palembang Haji Halim, Dedikasikan Hartanya untuk Pendidikan
Ilustrasi orang kaya. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Nama Haji Halim sudah sangat populer bagi masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Dia dikenal sebagai masyarakat paling kaya dan dermawan.

Haji Halim yang merupakan pemilik PT Sentosa Mulia Bahagia Palembang itu bahkan menjadikan lahan miliknya seluas 2,5 hektare sebagai lembaga pendidikan dan kegiatan keagamaan.

Mengutip dari berbagai sumber, Haji Halim memiliki dua orang anak yang kerap mengikuti kontestasi otomotif. Bahkan, di tahun 2013, satu dari kedua anaknya diberi hadiah mobil BMW 116 saat naik kelas 2 SMP. Haji Halim juga menjadikan 4 rumahnya seperti sebuah area komplek mewah.

Haji Halim juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Palembang yang cukup agamis. Dia juga pernah mengundang Ustadz Abdul Somad untuk mengisi pengajian di kediaman megahnya.

Besarnya nilai aset yang dimiliki Haji Halim berasal dari lini bisnis perkebunan kelapa sawit dan karet yang luas. Dari hasil keuntungan perkebunan kelapa sawit dan karet, dia menyisihkan sedikitnya Rp5 miliar per tahun sebagai dana abadi umat. Haji Halim juga diketahui memiliki bisnis batu bara.

Gemar Berwakaf

Haji Halim juga gemar berwakaf melalui badan wakaf Indonesia. Kegemarannya itu muncul dari sang Ibunda yang telah meninggal.

Semasa Ibunda Haji Halim masih hidup, Haji Halim sering membelikan perhiasan baru kepada ibunya sebagai bentuk kasih sayang dia kepada sang Ibu. Namun, H. Halim merasa aneh disebabkan perhiasan yang dipakai Ibunya tidak bertambah, tetap sedikit dan masih perhiasan yang sama.

Rasa penasaran mulai berkecamuk dan menghinggapi pikirannya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Ibunya. Berawal dari situ, selanjutnya Haji Halim mulai mencari tahu. Akhirnya didapatlah jawaban dari Ibunya kalau perhiasan yang selama ini dia berikan dijual dan diwakafkan untuk membantu menyumbang pembangunan puluhan masjid di Palembang, Sumatera Selatan.

Terinspirasi dari kisah yang diceritakan Ibunya, Haji Halim mulai gemar bersedekah dan berwakaf karena tergerak untuk membantu sesama dengan rezeki yang Ia miliki sampai sekarang ini untuk menabung pahala di akhirat kelak.

Rekomendasi