Curhat Miris Menkeu AS: Kita Tak Punya Uang untuk Bayar Tagihan

Komentar Yellen tersebut muncul ketika kebuntuan politik atas kenaikan batas utang memaksa Departemen Keuangan mendekati skenario terburuk yaitu potensi gagal bayar utang AS.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Curhat Miris Menkeu AS: Kita Tak Punya Uang untuk Bayar Tagihan
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. ©2022 Merdeka.com

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen memperingatkan adanya malapetaka ekonomi jika Amerika Serikat (AS) gagal menaikkan plafon utangnya dalam beberapa minggu mendatang.

"Itu adalah sesuatu yang dapat menghasilkan kekacauan keuangan, itu akan secara drastis mengurangi jumlah pengeluaran dan berarti penerima Jaminan Sosial dan veteran dan orang-orang yang mengandalkan uang dari pemerintah yang mereka berutang, kontraktor, kita tidak akan punya cukup uang untuk membayar tagihan," ujar Yellen dikutip dari CNBC, Selasa (9/5).

Komentar Yellen tersebut muncul ketika kebuntuan politik atas kenaikan batas utang memaksa Departemen Keuangan mendekati skenario terburuk yaitu potensi gagal bayar utang AS.

Ini akan terjadi jika Departemen Keuangan menghabiskan langkah-langkah luar biasa yang diterapkan awal tahun ini untuk memenuhi kewajibannya setelah AS mencapai batas utang wajib sebesar USD 31,4 triliun.

Yellen menjelaskan, untuk menghindari gagal bayar utang negara, Kongres harus memilih untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang sebelum Departemen Keuangan kehabisan dana darurat.

Tetapi dengan hanya delapan hari tersisa bulan ini di mana DPR dan Senat dijadwalkan untuk bersidang pada waktu yang sama, waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan. “Ada kesenjangan yang sangat besar antara posisi presiden dan posisi Partai Republik dalam menaikkan plafon utang," jelasnya.

Departemen Keuangan dan Kantor Anggaran Kongres sama-sama merilis laporan baru minggu lalu yang memprediksi bahwa langkah-langkah luar biasa dapat dilakukan paling cepat 1 Juni, yang lebih cepat dari perkiraan Wall Street atau Gedung Putih. Tanggal baru yang lebih awal adalah hasil dari pendapatan pajak federal yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan April.

Presiden AS Joe Biden akan menjadi tuan rumah pertemuan berisiko tinggi di Gedung Putih dengan empat pemimpin tertinggi Kongres yakni Ketua DPR Kevin McCarthy, R-Calif , Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries, DN.Y, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer, DN.Y, dan Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell, R-Ky.

Nantinya pertemuan itu tidak akan mencakup negosiasi untuk menaikkan batas utang, yang menurut Biden harus disetujui oleh Partai Republik untuk dinaikkan tanpa prasyarat.

Sejauh ini, Partai Republik telah menolak untuk menyetujui kenaikan pagu utang kecuali jika disertai dengan pemotongan besar-besaran untuk pengeluaran federal.

Rekomendasi