Matahari memberikan potongan harga atau diskon besar-besaran menjelang hari raya Idulfitri 1444 Hijriah bagi masyarakat yang belum memiliki baju baru. Tak tanggung-tanggung diskon yang ditawarkan mencapai 70 persen.
"Jangan sampai nanti cuma bisa bengong karena terlambat borong!," tulis Mahatari dalam akun instagramnya matahari dikutip Rabu (19/4).
Manajemen mengungkapkan program diskon gila-gilaan ini berlaku hingga tiga hari mendatang. Program diskon kali ini berlaku syarat dan ketentuan bagi produk dan toko tertentu.
"Yes, tinggal 3 hari lagi kamu bisa menikmati promo hemat hingga 70 persen untuk koleksi lebaran di Matahari," ungkapnya.
Dalam postingan tersebut, Matahari menyebut sejumlah merek fesyen terkenal yang berpartisipasi dalam program diskon 70 persen ini. Mulai dari Cardinal, Crocodile, Faldeo, Playboy, Yongki Komaladi dan lain sebagainya.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memproyeksikan perputaran ekonomi saat mudik lebaran Idulfitri 1444 Hijriah mencapai Rp240,1 triliun. Menyusul, adanya penambahan jumlah cuti bersama Lebaran.
"Ini tentunya patut kita syukuri, tapi kita harus juga mengantisipasi agar pengelola destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif tetap menerapkan protokol keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan lingkungan," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta dikutip, Selasa (18/4).
Beberapa faktor penunjang yang diprediksi menjadi penyebab kenaikan belanja masyarakat selama lebaran adalah penambahan jumlah hari libur. Kemudian, juga pencabutan kebijakan PPKM pada mudik Lebaran tahun ini.
"Maka, dengan asumsi menggunakan basis pengeluaran wisatawan nusantara saat mudik lebaran periode 2019-2021 sekitar Rp1,94 juta, maka diproyeksikan perputaran ekonomi naik dari angka estimasi awal Rp150 triliun ke Rp240,1 triliun," ungkapnya.
Adapun, lima daerah asal perjalanan terbanyak pada lebaran 2023 adalah Jawa Timur sebesar 17,1 persen, Jawa Tengah 15,1 persen, Jabodetabek 14,8 persen, Jawa Barat Non Bodebek 12,1 persen, dan Sumatra Utara 3,6 persen.
"Kemudian lima daerah tujuan perjalanan terbanyak adalah Jawa Tengah sebesar 26,45 persen, Jawa Timur sebesar 19,87 persen, dan beberapa daerah lainnya," ujar Sandiaga.