Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengungkapkan, sebanyak 18.745 pendatang sudah tiba di Ibu Kota hingga Selasa (6/6) kemarin. Sebanyak 9.089 orang merupakan laki-laki dan sisanya 9.656 orang adalah perempuan.
Dari segi pekerjaan, sebanyak 4.012 orang merupakan karyawan swasta, angka ini setara 22,02 persen. Namun, 3.905 orang atau 21,43 persen tercatat belum atau tidak bekerja.
Sebanyak 3.838 orang merupakan pelajar atau mahasiswa dan 3.011 mengurus rumah tangga serta 2.049 adalah wiraswata.
Sisanya merupakan buruh harian lepas, PNS, TNI, guru dan dokter.
Advertisement
Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) mengatakan bahwa pihaknya menyediakan berbagai pelatihan bagi para pendatang yang tak memiliki pekerjaan agar memiliki keterampilan atau skill. Pelatihan ini diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya apapun.
“Nah kalau yang belum dapat (pekerjaan), nanti melalui pelatihan-pelatihan. Sekarang kan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) kita melakukan pelatihan,” kata Hari kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/5).
Hari menjelaskan, pihaknya menyediakan 10 pelatihan, misalnya pelatihan tata boga, bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan menyetir. Nantinya, pelatihan ini akan dikerjakan selama 45 hari.
“Kita didik di PPKD kita selama 45 hari, begitu kelar ya sudah kita salurkan ke perusahaan-perusahaan menjadi tenaga punya skill untuk bisa kerja,” ujar Hari.
Bagi para pendatang ataupun warga DKI Jakarta lainnya dapat mengikuti pelatihan ini melalui website PPKD. Di sana, akan tersedia berbagai pelatihan yang dapat diikuti oleh para calon peserta.