Banyak faktor pemicu seorang pekerja memilih berhenti bekerja dari perusahaan. Umumnya dipicu budaya perusahaan atau lingkungan yang sudah tidak nyaman atau bahkan tidak mendukung.
Bila bertahan sudah tidak bisa dilakukan, mengundurkan diri (resign) dari tempat kerja bukan sesuatu yang haram. Namun ada hal-hal yang perlu dilakukan sebelum Surat Pengunduran Diri sampai ke meja HRD.
Salah satunya masalah keuangan karena setelah memutuskan untuk resign, otomatis tidak lagi mendapatkan gaji dan akan menyulitkan bagi pekerja yang hanya bergantung pada gaji untuk memenuhi kebutuhannya.
Melansir dari laman Permatabank, berikut ini cara mengatur keuangan yang efisien sebelum resign dari perusahaan:
Advertisement
1. Susun Langkah Selanjutnya
Hal pertama yang harus dilakukan saat terpikir rencana untuk resign yaitu menyusun langkah selanjutnya. Pikirkan skenario atau rencana terbaik agar bisa bertahan meski tanpa pekerjaan.
Jangan sampai memutuskan resign tapi tanpa memiliki rencana apapun setelah tidak lagi menjadi pekerja. Tanpa rencana yang jelas, bisa beresiko lebih lama terjebak dalam status pengangguran atau situasi tanpa pemasukan.
Sehingga sebagai langkah awal, putuskan lebih dulu hal yang akan dilakukan, kembali bekerja di perusahaan lain atau mulai membuka usaha sendiri.
Jika ingin lanjut bekerja, maka harus segera melakukan persiapan. Begitu juga jika ingin mulai usaha sendiri, lakukan perhitungan untuk memastikan modal cukup.
Advertisement
2. Persiapkan Penghasilan Tambahan
Ketika memutuskan untuk resign, sebaiknya mulai juga mencari tambahan penghasilan. Sekarang ini, ada banyak sekali cara untuk bisa mendapatkan pemasukan di luar gaji. Misalnya dengan melakukan freelance yang masih berhubungan dengan pekerjaan lama. Alternatif lainnya adalah memulai bisnis kecil-kecilan seperti usaha reseller yang tidak memerlukan modal besar.
Selain menambah pundi-pundi rupiah, penghasilan tambahan ini bisa membuat keuangan tetap terjaga saat sudah tidak lagi bekerja. Alhasil, cashflow pun tetap lancar.
Jangan ragu untuk berdayakan skill atau hobi. Siapa tahu, justru bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari cara alternatif tersebut.
Advertisement
3. Upayakan Melunasi Utang
Saat memutuskan untuk resign, sebaiknya memanfaatkan penghasilan yang didapat dari pekerjaan sebelumnya dengan baik. Gunakan untuk mengurangi atau menyelesaikan kewajiban seperti utang, terutama jika urusan tersebut masih berhubungan dengan kantor.
Begitu pula dengan tagihan yang akan datang saat memutuskan untuk resign. Berbagai tagihan seperti air, listrik, internet, pulsa atau kartu kredit tidak akan berhenti meski sudah tidak lagi bekerja.
Apabila memang dirasa berat, coba diskusikan dengan pihak penyedia. Biasanya, mereka akan menyediakan keringanan seperti akumulasi pembayaran di belakang atau cicilan.
Advertisement
4. Mempersiapkan Dana Darurat
Sebelum keputusan resign final, pastikan dana darurat sudah mencukupi. Sebaiknya, menyiapkan dana darurat setidaknya tiga kali pengeluaran bulanan saat ini.
Bagi yang sudah berkeluarga, hitungannya berubah menjadi setidaknya enam kali pengeluaran bulanan. Intinya, dana tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama belum mendapat pekerjaan baru. Jangan lupa untuk memperhitungkan pengeluaran rutin bulanan beser berbagai kewajiban cicilan.
Advertisement
5. Menetapkan Batas Waktu Mencari Pekerjaan Baru
Hal lain yang tak kalah penting saat memutuskan untuk resign yaitu menetapkan batas waktu masa pencarian kerja yang jelas. Buatlah deadline pribadi yang membatasi periode mencari pekerjaan baru.
Misalnya, sudah harus bisa mendapat pekerjaan baru maksimal satu bulan setelah resign. Tidak harus pekerjaan baru juga, tapi juga bisa sumber pemasukan baru yang bukan gaji.
Menetapkan batas waktu atau deadline, bertujuan agar merasa berpacu dengan waktu. Jika terlalu santai atau go with the flow, waktu akan terbuang percuma. Dikhawatirkan, situasi tersebut akan melenakan dan menimbulkan kemalasan.
Advertisement
6. Menyesuaikan Pola Hidup
Cara mengatur keuangan pasca-resign tidak akan ada artinya jika tidak menata pola hidup. Setelah resign, otomatis tidak ada lagi gaji tiap bulan. Agar uang simpanan tak langsung ludes, usahakan untuk hidup lebih hemat.
Coba buat skala prioritas yang mengatur kebutuhan. Kurangi kebiasaan lama yang bisa menghabiskan tabungan, seperti nongkrong atau membeli barang yang sebenarnya tidak perlu.