Disrupsi Pangan Global Jadi Peluang Pupuk Kaltim Genjot Produksi

PT Pupuk Kaltim (Persero) akan menggenjot produksi dengan menjalankan penugasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Fakfak, Papua Barat. Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi mengatakan, langkah ini sebagai respon PT Pupuk Kaltim terhadap peluang pasar global sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Disrupsi Pangan Global Jadi Peluang Pupuk Kaltim Genjot Produksi
Pabrik Pupuk Kaltim. ©2022 Merdeka.com

PT Pupuk Kaltim (Persero) akan menggenjot produksi dengan menjalankan penugasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Fakfak, Papua Barat. Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi mengatakan, langkah ini sebagai respon PT Pupuk Kaltim terhadap peluang pasar global sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami berada pada momentum terbaik untuk terus tumbuh. Peluang di pasar global dan kepercayaan pemerintah kepada kami untuk menjalankan proyek strategis nasional akan menjadi batu pijakan kami," ujar Rahmad saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/3).

Dia berujar, peningkatan inflasi global pada 2022 telah menyebabkan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi tersebut juga berdampak pada industri pupuk dunia dan domestik.

Meskipun terjadi kenaikan harga urea secara global pada awal tahun 2022, namun Rahmad berujar pada kuartal ketiga harga pupuk turun sebesar 20 persen setelah mencapai rekor tertinggi pada April 2022. "Fakta ini pun disadari penuh oleh PKT sebagai pelaku industri petrokimia terdepan. Di tengah situasi ekonomi global yang bergejolak itu, PKT tetap melihat peluang positif," ucapnya.

Menurut International Fertilizer Association (IFA), pangsa pasar pupuk global diperkirakan mengalami kenaikan pada 2023. Pupuk berbasis nitrogen diperkirakan akan tumbuh 2,2 persen, 4,4 persen untuk pupuk berbasis fosfat, dan 4,2 persen untuk pupuk berbasis potash.

Faktor yang menjadi optimisme PKT terhadap pasar pupuk dipicu dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang mendisrupsi pasar pupuk global. Pada saat yang bersamaan menciptakan peluang tambahan bagi PKT untuk berekspansi ke pasar global.

Imbas perang Rusia-Ukraina terhadap pasar ammonia dan pupuk berbasis gas alam masih akan terus berlanjut di tahun ini. Tren permintaan pupuk berbasis nitrogen paling besar dari wilayah Amerika Latin, Asia Selatan, dan Afrika, sedangkan permintaan pupuk basis fosfat dari wilayah Amerika Latin dan Asia Selatan, serta pupuk potash dari wilayah Amerika Latin, Asia Selatan dan Asia Timur.

"PKT membidik negara-negara yang kena imbas perang ini, sebagal pasar ekspor baru, seperti India dan negara-negara Eropa, dengan tetap mempertahankan pasar ekspor lainnya yang sudah berjalan seperti negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur," imbuhnya.

Selain kedua benua itu, PKT juga memperluas pasar ke Australia, Meksiko, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan.

Rekomendasi