Terungkap, Ini Data Kenaikan Impor Senjata Sejak Tahun 2018 yang Bikin Jokowi Jengkel

Jokowi sempat menyentil Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI yang melakukan impor senjata. Bahkan Jokowi langsung melarang kedua instansi ini mengimpor senjata, kecuali barang dengan teknologi tinggi seperti pesawat tempur.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Terungkap, Ini Data Kenaikan Impor Senjata Sejak Tahun 2018 yang Bikin Jokowi Jengkel
Presiden Jokowi. ©2022 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo kembali dibuat jengkel dengan adanya informasi terkait impor senjata. Padahal Indonesia memiliki industri dalam negeri yang memproduksi senjata sendiri.

“Kalau senjata, peluru kita sudah bisa. Apalagi hanya sepatu, kenapa harus beli dari luar?,” ungkap Jokowi saat membuka Penghargaan P3DN 2023 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/3) lalu.

Orang nomor satu di Indonesia pun sempat menyentil Kementerian Pertahanan dan Kepolisian RI yang melakukan impor senjata. Bahkan Jokowi langsung melarang kedua instansi ini mengimpor senjata, kecuali barang dengan teknologi tinggi seperti pesawat tempur.

“Kalau yang canggih-canggih silakan. Kalau mau beli pesawat tempur karena kita belum bisa,” kata Jokowi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor senjata dan amunisi, termasuk bagian dan aksesorisnya yang dilakukan Indonesia mengalami peningkatan yang fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2018 total impor senjata dan aksesorisnya sebanyak 1.594,5 ton. Bila dilihat berdasarkan nilainya, maka Indonesia mengimpor USD 313,73 juta.

Impor senjata di tahun 2019 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, impor senjata dan aksesorisnya tercatat 1.170,5 ton. Sehingga nilai impornya sebesar USD 138,57 juta.

Di tahun 2020 impor senjata dan amunisi mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019, yakni 1.116,4 ton. Namun dari sisi nilai, impornya mengalami kenaikan menjadi USD 404,61 juta.

Sementara itu di tahun 2021, impor senjata dan amunisinya baik dari berat maupun nilainya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2020. Secara berat, impornya naik menjadi 2.293,1 ton dan secara nilai turun menjadi USD 273,93 juta.

Di tahun 2022, impor senjata dan amunisinya kembali mengalami peningkatan. Dari sisi berat impornya tercatat 2.319,5 ton dengan nilai USD 225,06 juta

Rekomendasi