Kemiskinan di Burundi terus mendapat sorotan dari sejumlah negara. Umumnya, negara dunia melihat bahwa permasalahan kemiskinan di negara yang terletak di Afrika Tengah ini sudah dalam tahap mengkhawatirkan.
Bahkan, pendapatan seorang Polisi di Burundi hanya USD 14 untuk setiap bulan. Angka ini setara Rp215.000 (asumsi kurs Rp15.300/USD).
"Sekitar USD 14," ujar salah satu warga yang identitasnya disembunyikan dalam vlog Ruhi Cenet Bahasa Indonesia.
Dengan pendapatan ini, maka gaji Polisi Burundi lebih murah dari Limo Pizza 1 meter yang di jual Rp284.000. Harga ini merujuk pada layanan pesan antar makanan di salah satu e-commerce berwarna orange.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, polisi negara setempat bergantung pada uang suap. Namun, nilai uang suap yang diterima tidak begitu besar.
"Mereka hanya mendapatkan uang untuk minum bir, mereka tidak mendapatkan banyak," jelas sumber tersebut.
Advertisement
Setali tiga uang, empat dari lima orang Burundi hidup dengan kurang dari USD 1,25 sehari atau di bawah Rp20.000 (asumsi kurs Rp15.300). Temuan ini merujuk pada laporan Bank Dunia.
"Empat dari lima orang Burundi hidup dengan kurang dari USD 1,25 sehari," kata Bank Dunia dilansir melalui Reuters.com, Jakarta, Senin (20/3).
Separuh anggaran berasal dari donor/sumbangan negara lain dan pemerintah. Namun, sebagian besar pemberi kerja mengalami kesulitan membayar gaji karena pemotongan bantuan dan penurunan pendapatan pajak.
Selain itu, Uni Eropa, Amerika Serikat, Belgia, dan Belanda sebagai donatur utama telah menahan jutaan dolar bantuan dalam upaya mendorong Presiden Nkurunziza untuk bernegosiasi dengan pihak oposisi terkait keamanan politik.
"Pendonor mendanai 60 persen dari anggaran kesehatan dan obat-obatan telah habis di banyak pusat kesehatan masyarakat, memaksa orang untuk membeli obat di apotek swasta, kata Penatua Unicef," tulis Reuters.