Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menjabarkan rencana pemerintah untuk meraih pangsa pasar (market share) kendaraan listrik 10 persen di 2024.
Luhut menjelaskan, salah satu upaya pemerintah yaitu bekal memberi subsidi Rp7 juta untuk pembelian motor listrik, dan insentif pajak 10 persen untuk mobil listrik.
"Untuk meraih market share 10 persen, target kita adalah untuk motor itu Rp7 juta. Untuk mobil, mungkin kita kurangin pajaknya 10 persen," ujar Menko Luhut dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2023, Rabu (1/2).
Melalui paparan slide yang ditampilkannya, Luhut coba membandingkan paket insentif yang ditawarkan Thailand dan Indonesia untuk completely knock down (CKD) EV. Salah satunya, pengenaan Value Added Tax (VAT) atau PPN di Thailand yang lebih rendah dari Indonesia, 7 persen berbanding 11 persen.
Oleh karena itu, Luhut ingin pembelian mobil listrik diperkuat lewat pengenaan pajak lebih rendah. "Nanti yang mobil tuh insentifnya dari 11 persen kita bikin 1 persen," tegasnya.
Advertisement
Luhut menyatakan, pemerintah lantas menyiapkan paket insentif yang setara dengan Thailand hingga market share penjualan kendaraan listrik di Tanah Air bisa menyentuh 10 persen.
"Kita perbandingkan. Jadi saya bilang sama orang-orang saya, jangan terlalu banyak berpikir, disederhanakan saja. Lihat yang terjadi di Thailand dan Vietnam, disesuaikan di sana," kata Luhut.
"Sehingga kita bisa bersaing. Jangan lihat dari kepentingan kita saja, lihat dari kepentingan region. Kita bisa mengalahkan negara-negara lain, karena kita punya teknologinya dan bahannya," tuturnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com