Puncak hari belanja online nasional (harbolnas) akan berlangsung pada 11-12 Desember 2022 mendatang. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyampaikan, e-commerce yang tergabung sebagai peserta harbolnas akan menyediakan promo dasar 30 persen.
"Setiap peserta harbolnas 2022 diwajibkan menerapkan promo dasar sebesar 30 persen, lalu ada tambahan subsidi diskon dari penyelenggara," ujar Bima, Kamis (8/12).
Adanya promo dan diskon pada pelaksanaan harbolnas 2022 diyakini akan meningkatkan nilai transaksi jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021. Sebagai informasi, pada harbolnas 2021, nilai transaksi untuk semua produk menembus Rp18,1 triliun.
"Kami memperkirakan adanya kenaikan transaksi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp18,1 triliun untuk semua produk, dan Rp8,1 triliun untuk produk lokal," ucapnya.
Bima optimis peningkatan transaksi saat harbolnas 2022, seiring performa ekonomi nasional pada kuartal III tahun 2022 yang tumbuh 5,72 persen. Peningkatan transaksi diharapkan juga diikuti dengan meningkatnya transaksi pada produk-produk lokal.
Dia menyampaikan, jika pada harbolnas 2021 transaksi produk lokal mencapai Rp8,1 triliun, maka diharapkan transaksi produk lokal bisa meningkat signifikan.
Advertisement
Kemeriahan harbolnas 2022 juga ditandai dengan 108 pelaku e-commerce yang sudah mendaftar menjadi peserta harbolnas 2022. Peserta tersebut tidak hanya berasal dari e-commerce besar, skala e-commerce yang masih kecil turut meramaikan kemeriahan pesta belanja jelang akhir tahun ini.
"Sampai dengan hari ini sebesar 108 peserta e-commerce yang sudah mendaftar dalam harbolnas ini," ucapnya.
Sebagai informasi, Bima menyampaikan bahwa program harbolnas sudah berjalan lebih 11 tahun. Program ini diinisiasi dari para pemain e-commerce, dan dalam 4 tahun terakhir program ini diasosiasi sebagai iDea.
Syarat peserta harbolnas 2022 yaitu wajib menerapkan promo dasar sebesar 30 persen, memberi subsidi diskon dari penyelenggara. Semua informasi peserta dapat dilihat di harbolnas.idea.or.id.