Pemerintah siap menyalurkan program bantuan sosial upah atau BSU 2022 tahap IV mulai Senin (3/10) besok. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengalokasikan anggaran untuk implementasi program tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta mengatakan, BSU Rp600.000 sudah dicairkan kepada sekitar 7 juta pekerja/buruh dalam tahap I, II dan III. Nantinya, program BSU ini akan dilanjutkan sampai 6-7 tahap.
Total alokasi anggaran yang disiapkan untuk tahun ini sebesar Rp8,8 triliun, dan masih tersisa sekitar Rp4,6 triliun untuk triwulan akhir tahun ini.
"Yang sudah dibayarkan tentunya Rp4,2 triliun. Karena tiap orang dapatkan Rp600.000 satu kali pembayaran dalam tiap-tiap tahap. Itu 48,2 persen dari anggaran Rp8,8 triliun," ujar Isa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (30/10).
Isa menyampaikan, proses pencairan bantuan subsidi gaji itu akan dilaksanakan melalui bank-bank himbara. "Mereka yang tidak punya rekening ada yang disarankan buka Rekening. Tapi ada yang akses susah ke bank, dibayarin lewat PT Pos Indonesia," imbuhnya.
Advertisement
Total Jumlah Penerima
Untuk total jumlah penerima, Isa mengabarkan, memang ada penurunan dari estimasi buruh/pekerja yang menurut perhitungan awal laik mendapat bantuan subsidi gaji.
"Waktu pak Presiden canangkan estimasinya 16 juta pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dengan penerima upah Rp3,5 juta per bulan," bebernya.
"Kemungkinan yang 16 juta ini akan tersaring beberapa. Kategori bukan PNS dan lain-lain dan penerima (BLT) BBM, jadinya sekitar 14 juta lebih (penerima), tidak sampai 16 juta," tandas Isa.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com