Target Produksi 1 Juta Barel Minyak/Hari, PHR Bidik Sumur-Sumur Baru di Blok Rokan

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan (PHR), Jafee A. Suardin membidik, sejumlah sumur-sumur baru di wilayah Blok Rokan. Blok Rokan digadang menjadi salah satu potensi penghasil lifting minyak terbesar pasca alih kelola.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Target Produksi 1 Juta Barel Minyak/Hari, PHR Bidik Sumur-Sumur Baru di Blok Rokan
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan (PHR), Jafee A. Suardin membidik, sejumlah sumur-sumur baru di wilayah Blok Rokan. Blok Rokan digadang menjadi salah satu potensi penghasil lifting minyak terbesar pasca alih kelola.

Dia menyebut telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengejar target lifting minyak 1 juta BOPD di 2030.

"Kami sudah membangun longterm plan, di mana potensi di Rokan pada saatnya kami develop juga, sebagai contoh misalnya ada low reservoir," katanya dalam diskusi Capaian dan Tantangan Satu Tahun Pengelolaan Blok Rokan yang digelar Reforminer Institute, Kamis (18/8).

Jafee menegaskan banyak potensi lainnya yang ada di wilayah kerja yang digarapnya. Dengan adanya pengembangan (development), banyak potensi untuk peningkatan produksi minyak, namun tak sebatas pada proses pengeboran.

"Jadi tidak hanya drillling, itu sebagian langkah, dan hanya untuk cadangan-cadangan baru," ujarnya.

Dia menerangkan, dalam upaya menjaga produksi migas ke depan, PHR telah melakukan eksplorasi sumur. Yang jadi target adalah lokasi-lokasi yang lebih baru.

"Kita lakukan drilling, targetnya itu adalah Desember-januari (mengebor di) unconventional, di mana kedalamannya 2-3 kali lipat lebih dalam," ujarnya.

"Ini sudah berjalan, jadi benar-benar kami targetkan dua sumur untuk eksplorasi di unconventional," tambahnya.

Kejar 500 Sumur

PHR menargetkan untuk mengebor 500 sumur di 2022 di Wilayah Kerja atau Blok Rokan di Riau. Berdasarkan hitungan PHR, 1 sumur membutuhkan biaya USD 600 ribu sampai USD 2 juta, bergantung pada kedalaman sumur.

Ini diungkapkan Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Jaffee A. Suardin saat meninjau salah satu Rig Blok Rokan di Pekanbaru, Riau, Senin (8/8).

"Mungkin sebagai gambaran, (biaya) per sumur kurang lebih USD 600 ribu sampai USD 2 juta tergantung kedalaman sumur tersebut. Belum nanti ada perbaikan-perbaikan infrastruktur gas," jelas dia kepada media massa sepert dikutip Selasa (9/8).

Dia mengatakan pencapaian ini terdorong dari dukungan PT Pertamina sebagai induk usaha dan pemerintah terkait investasi produksi migas.

PHR mencatatkan tingkat produksi sekitar 161 ribu BOPD (barel minyak per hari), jauh lebih baik dibandingkan prediksi yang berada di kisaran 142 ribu BOPD jika tidak melakukan kegiatan masif dan agresif.

Produksi WK Rokan saat ini berkontribusi sekitar seperempat dari total produksi minyak nasional.

Sejak hari pertama alih kelola, PHR langsung tancap gas dengan rencana kerja yang masif dan agresif melalui target pengeboran 400 hingga 500 sumur baru pada tahun 2022. Jumlah rig pengeboran meningkat dari 9 rig menjadi 21 rig pada saat ini.

Jumlahnya akan terus ditambah menjadi hingga 27 rig pada akhir tahun. Begitu juga dengan jumlah rig kerja ulang dan perawatan sumur (WO/WS), dari 25 rig kini menjadi 32 rig WO/WS.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

Rekomendasi