Kisah Rina, Pebisnis UMKM Tintin Chips Pekerjakan Komunitas Difabel

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hampir 60 persen Kontribusi dari UMKM. Oleh karena itu pemerintah melakukan program-program untuk memajukan produk-produk UMKM dan membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Kisah Rina, Pebisnis UMKM Tintin Chips Pekerjakan Komunitas Difabel
Tintin Chips Rina Trisnawati. ©2022 Merdeka.com

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hampir 60 persen Kontribusi dari UMKM. Oleh karena itu pemerintah melakukan program-program untuk memajukan produk-produk UMKM dan membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran di Indonesia.

Rina Trisnawati merupakan pelaku UMKM yang berbisnis di bidang makanan. Dia membangun bisnis bernama Tintin Chips yang dirintis sejak tahun 2014. Awal mula merintis bisnis tersebut karena dirinya memang memiliki kegemarannya membuat kue.

Dari kegemarannya membuat kue karena iseng dengan menjualkan cookies kering dan pada saat itu dia mulai dibanjiri pesanan yang begitu banyak. Karena pesanan yang banyak tersebut, dirinya mengaku kewalahan untuk membuat cookies tersebut, dia pun mengajak ibu-ibu komunitas yang memiliki anak disabilitas untuk bekerja membuat cookies bersamanya.

Rina menjelaskan yang bergabung untuk bekerja di Tintin Chips ada 10 orang ibu-ibu yang memiliki anak difabel.

"Komunitas difabel kebetulan pengurusnya adik kandung saya, jadi saya kenal dekat dengan ibu-ibu ini. Saya bersama adik saya kembangkan Tintin untuk bantu ibu dengan anak disabilitas agar bisa meringankan biaya terapi dan lainnya," ujar Rina, kepada Merdeka.com, Selasa (16/8).

Untuk produk yang diperjualkan kisaran harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 60.000. Seperti, Pineapple Chips Rp 25.000, Paprika Chips Rp 27.000, Garlic Chips Rp 35.000, Rengginan x Bumbu rendang Rp 60.000, Potatoes Salted Egg Rp 60.000, Rengginang Salted Egg Rp 60.000, Panana Granola Rp 33.000.

Selama masa pandemi covid 19 Tintin Chips mengalami penurunan dari sisi produksi dan pembeli. "Ya ada penurunan yang banyak lebih dari 50 persen revenue rata-rata," terangnya.

Rani pun tidak membeberkan pendapatan selama satu bulannya, ia mengatakan pendapatan tersebut hingga saat ini untuk menutupi biaya operasional terlebih dahulu, karena selama 2 tahun pandemi sudah memberikan dampak yang cukup signifikan pada penjualannya.

"Untuk saat ini cukup untuk menutupi biaya operasional, pandemi sangat berdampak," tuturnya.

Pembelian produk Tintin Chips bisa melalui beberapa e-commerce atau langsung order ke akun instagram @tintinchips.

Rekomendasi