2,1 Juta Kendaraan Mudik Lebaran 2022 Tinggalkan Jabodetabek, Terbanyak ke Sumatera

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, sekitar 2,1 juta unit kendaraan pergi meninggalkan area Jabodetabek selama masa angkutan mudik Lebaran 2022. Angka kendaraan tersebut didapat setelah melakukan pemantauan kegiatan mudik Lebaran selama 12 hari.

Rita
Oleh Rita - Reporter
2,1 Juta Kendaraan Mudik Lebaran 2022 Tinggalkan Jabodetabek, Terbanyak ke Sumatera
Aktivitas Kapal Feri. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, sekitar 2,1 juta unit kendaraan pergi meninggalkan area Jabodetabek selama masa angkutan mudik Lebaran 2022. Angka kendaraan tersebut didapat setelah melakukan pemantauan kegiatan mudik Lebaran selama 12 hari.

"Kita sampaikan, bagaimana perilaku mudik 2022 ini, terutama yang luar jabodetabek dari 22 April sampai 3 Mei, di tahun 2022 jumlahnya sekitar 2,151 juta kendaraan," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam sesi teleconference, Selasa (17/5).

"Itu naik 7 persen dari angkutan lebaran 2019. Jadi kalau apple to apple dengan 2019 memang mengalami kenaikan," imbuh Budi.

Dia menambahkan, terjadi perubahan pola pergerakan mudik pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Jika sebelumnya volume tertinggi datang dari arah timur, kali ini justru lebih menumpuk di sisi barat Jabodetabek.

"Yang paling banyak kenaikan sebetulnya dari arah barat atau Cikupa ke arah Merak, yaitu untuk 2019 hanya 493 ribu kendaraan. Kemudian tahun 2022 naik menjadi 557 ribu kendaraan. Artinya ada kenaikan sekitar 17 persen," terangnya.

"Ini mungkin menarik. Pergerakan paling banyak dari Jabodetabek, kalau dulu adalah ke arah timur, jawa tengah dan Jawa barat. Tapi kalau sekarang ke arah Merak, atau nyebrang sampai Sumatera," kata Budi.

Menurut dia, perubahan pola ini terjadi lantaran banyak masyarakat yang lebih memilih pulang ke kampung halaman di Sumatera menggunakan jalur darat ketimbang udara/laut, karena kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera.

Selain ke barat, penumpukan tak lazim juga terjadi ke arah selatan, khususnya ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Tak hanya pemudik, wilayah tersebut juga ramai dipadati masyarakat yang memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata ke sana.

"Kemudian yang meningkat lagi ke arah Ciawi, atau ke arah Puncak. Tapi saya kira kalau yang ke arah Puncak naiknya sampai 16 persen, karena ini bercampur dengan para pemudik dan masyarakat yang akan ke puncak," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi