Per Mei 2022, Dana PEN Baru Terserap Rp70 Triliun dari Total Rp455 Triliun

Penyerapan dari sektor kesehatan baru mencapai 9,7 persen atau sekitar Rp11,87 triliun. Penyerapan anggaran tersebut digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan, klaim biaya perawatan pasien Covid-19, perpanjangan jaminan kesehatan dan dana desa.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Per Mei 2022, Dana PEN Baru Terserap Rp70 Triliun dari Total Rp455 Triliun
Airlangga Hartarto. ©2020 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mencatat, realisasi penggunaan dana Pemulihan Ekonomi Nasional baru 15,4 persen hingga Mei 2022. Artinya. anggaran yang terserap baru Rp70,37 triliun dari pagu anggaran Rp455,62 triliun.

"Penggunaan dana PEN telah terserap 15,4 persen atau Rp70,37 triliun," kata Airlangga di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Senin (9/5).

Dia membeberkan, penyerapan dari sektor kesehatan baru mencapai 9,7 persen atau sekitar Rp11,87 triliun. Penyerapan anggaran tersebut digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan, klaim biaya perawatan pasien Covid-19, perpanjangan jaminan kesehatan dan dana desa.

Dari pos anggaran perlindungan sosial masyarakat telah terserap 32 persen atau senilai Rp49,27 triliun. Dana tersebut digunakan untuk sejumlah program bantuan sosial pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), BLT Minyak Goreng, BLT Dana Desa, Bansos untuk PKL, Pemilik Warung dan Nelayan, dan program Kartu Prakerja.

"Perlindungan masyarakat ini Rp49,27 triliun atau 32 persen," kata dia.

Sementara itu, penyerapan dari pos anggaran penguatan pemulihan ekonomi Rp9,22 triliun atau baru 5,2 persen. Dana tersebut digunakan untuk mendukung sektor pariwisata, dukungan kepada UMKM dan untuk perpajakan.

Pembentukan Satgas Penyakit Kuku Mulut pada Hewan

Dia menambahkan Presiden Joko Widodo meminta para menterinya untuk memperhatikan dua hal, yakni terkait perkembangan sektor energi dan pangan.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Indonesia ini meminta dibentuk satgas yang memantau penyakit yang tumbuh pada hewan agar tidak bertransmisi dan mengganggu stabilitas.

"Presiden meminta dibentuknya Satgas untuk penyakit yang baru tumbuh di hewan yaitu kutu mulut, ini betul-betul harus diawasi," kata dia mengakhiri.

Rekomendasi