Penjelasan Menko Luhut soal Mundurnya Softbank dari Proyek Pembangunan Ibu Kota Baru

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mundurnya SoftBank tersebut bukan karena perusahaan asal Jepang tersebut bangkrut.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Penjelasan Menko Luhut soal Mundurnya Softbank dari Proyek Pembangunan Ibu Kota Baru
Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Softbank Grup telah menyatakan mundur dari proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Namun akan tetap memberikan investasi dalam bentuk portofolio lain melalui Vision Fund.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mundurnya SoftBank tersebut bukan karena perusahaan asal Jepang tersebut bangkrut.

"Softbank itu bukan bilang bangkrut, dia punya (usaha) turun, dia bikin vision fund," kata Luhut di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis, (17/3).

Meski SoftBank mundur, Luhut menyebut Indonesia masih bisa mendapatkan modal pembangunan dari Abu Dhabi dan Arab Saudi senilai USD 105 miliar. Modal dari kedua negara tersebut pun diberikan dalam melalui Vision Fund.

"Kita harapkan vision fund yang dari Abu Dhabi dan Arab Saudi itu bisa masuk ke kita," kata dia.

Saat ini Luhut telah mengirimkan timnya untuk ke Abu Dhabi untuk melakukan negosiasi dan penawaran investasi Di IKN Nusantara.

"Sekarang (tim) lagi bicara terus ini, intensif sekali. Karena crown prince-nya sangat progresif," kata dia.

Tak Ada Persyaratan Khusus

Luhut menyebut sejauh ini tidak ada persyaratan khusus yang diajukan Pemerintah Saudi agar bisa berinvestasi di IKN. Semua proses berjalan sesuai dengan prosedur. Dia memperkirakan, Indonesia akan mendapatkan kepastian dari investasinya dalam waktu dekat.

"Saya kira mungkin sebelum bulan ramadan mungkin sudah ada progres atau joining ramadan saya kira akan baik," kata dia.

Meski begitu, Luhut mengatakan, saat ini sudah ada investasi dari UEA yang masuk ke Indonesia Investment Authority (INA) senilai USD 20 miliar.

"Kita dapat USD 20 miliar ari UEA itu nanti masuk melalui Indonesia Investment Fund," katanya.

Rekomendasi