Managing Director Capital Market PT Mandiri Sekuritas, Silva Halim mengatakan pasar keuangan Indonesia masih sangat menjanjikan di tengah konflik Rusia dan Ukraina yang mengganggu perekonomian global. Tercermin dari ekonomi makro di Tanah Air yang masih memiliki kekuatan hingga IHSG tetap tumbuh positif 4 persen.
"Rusia dan Ukraina ini menyebabkan ekonomi global terganggu tetapi dari sisi makro ekonomi Indonesia masih positif dan menjanjikan," kata Silva dalam konferensi pers Due Diligence Meeting & Public Expose dan Konferensi Pers PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Jakarta, Selasa (15/3).
Silva menyebut, kondisi pasar keuangan di Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini berbeda dengan pasar saham regional yang mengalami penurunan minus 16 persen.
Artinya, investor yang ada di Indonesia masih optimis dan positif. Sebab kondisi perekonomian Indonesia tidak terganggu dan terpengaruh konflik di barat. "Ini menunjukkan minat positif di Indonesia didukung makro ekonomi yang kuat," kata dia.
Bahkan, dukungan investor asing yang masuk Indonesia semakin besar. Dalam 2 bulan pertama tahun ini tercatat Rp30 triliun dana asing yang masuk.
"Investor asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp30 triliun, jumlah yang besar untuk 2 bulan pertama tahun ini di tengah ketidakpastian dunia akibat konflik Rusia dan Ukraina," katanya.
Capaian ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang secara keseluruhan hanya mendapatnya Rp42 triliun dalam setahun. Sehingga dia memastikan, pasar modal di Tanah Air tetap menunjukkan minat yang tinggi dari para investornya.
"Ini sudah kuat dengan menunjukkan minat yang tinggi," kata dia.