Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melirik ada potensi pendapatan besar dari produktivitas di sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, peningkatan produktivitas itu, mampu mengikis kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir.
Teten menilai, selama ini belum ada pelaksanaan yang maksimal dalam pemanfaatannya. Sehingga perlu ada peningkatan untuk memakmurkan masyarakat sekitarnya.
“Potensi laut yang selama ini masih tertidur harus segera kita bangunkan menuju Indonesia maju 2045, peningkatan produktivitas sektor kelautan harus diarahkan untuk menghapus kemiskinan ekstrim di wilayah pesisir,” katanya dalam pembukaan Rakernas III Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo), Kamis (24/2).
Peningkatan yang dimaksud Teten, yakni menciptakan Sumber Daya Manusia di sektor kelautan yang berkualitas dan unggul. Kemudian, penciptaan lapangan kerja bagi berbagai lapisan masyarakat guna meningkatkan kemakmuran masyarakat.
“Semua itu hanya bisa terwujud jika ada kolaborasi kemitraan baik pemerintah akademisi dunia usaha UMKM dan besar, masyarakta dan kerja sama antar negara jadi pandu perjuangan Iskindo,” terangnya.
Sebagai organisasi sarjana kelautan, Teten meminta Iskindo untuk memasukkan isu strategis. Seperti tantangan-tantangan umum kedepannya dan perubahan perilaku yang akan terjadi nantinya.
“Dengan perubahan yang serba cepat dan penuh ketidakpastian baik covid maupun ancaman yang mungkin lebih besar kedepannya seperti perubahan iklim maka diskursus ekonomi biru perlu jadi isu strategis yang dibahas dan diturunkan dalam program dan kegiatan Iskindo,” katanya.
Advertisement
Korporatisasi Nelayan
Lebih lanjut, kata dia, di Kemenkop UKM tengah fokus dalam melakukan korporatisasi nelayan dengan konsep koperasi. Ia berharap hal ini bisa disinergikan dengan Iskindo.
“Saat ini Kemenkop UKM tengah mengedepankan korporatisasi nelayan berbasis koperasi. Sinergi dengan ISKINDO tentu diharapkan dapat memperkaya keragaman model bisnis dan pemanfaatan inovasi teknologi lebih maju kepada koperasi-koperasi perikanan dan kelautan di indonesia,” katanya.
“Kita harus menemukan cara terbaik mewujudkan transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan kedepannya,” imbuh Teten.
Sumber: Liputan6
Reporter: Arief Rahman